HeadlinePariwisata

DPRD KLU Minta Bupati Turun Tangan Atasi Persoalan Air Bersih di Gili Trawangan

Lombok Utara (netlombok)-
Persoalan air bersih yang tak kunjung mengalir di Gili Trawangan masih jadi masalah yang serius. PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) sebagai penyuplai air diminta untuk kembali membuka aliran air bersih di Gili Trawangan. Lantaran sebelumnya sempat ditutup operasionalnya, namun pihaknya menolak. Hal tersebut berdampak juga ke Gili Meno. Bahkan tidak menutup kemungkinan pariwisata Gili akan ditinggalkan wisatawan.

Ketua DPRD KLU Artadi menyebutkan setelah melakukan rapat hearing 24 Juni 2024, pihaknya sudah ada surat yang dikirim ke PT TCN. Dimana mengundang PT TCN mengkomunikasikan agar air bersih kembali dialiri ke Gili Trawangan. Tetapi dari oleh pihak TCN tetap tidak mau memalukan pembukaan. Karena harus ada syarat yang dipenuhi agar perusahaan kembali membuka aliran airnya.

“Mereka siap membuka, tetapi dengan 1 syarat yakni tanda tangan masyarakat Gili Meno. Kami juga sudah rapat dengan masyarakat Gili Meno, kepala desa dan tokoh-tokoh disana,” ujar Artadi kemarin kepada awak media.

Namun dari hasil pertemuan tersebut, dari kepala desa dan tokoh Gili Meno belum mau dan tidak berani bertanda tangan surat pernyataan dukungan untuk aktivitas pengeboran air. Jika kepala desa berani tanda tangan, maka masyarakat akan menuntut mereka.

“Mereka bilang, kalau kami di Meno tanda tangan, maka Trawangan buka. Artinya trawangan langsung menikmati air, kami apa yang kami nikmati. Artinya kan, tidak dapat apa apa. Air belum ada, karena BAL tutup disana,” terangnya.

Saat ini yang harus dilakukan untuk menyakinkan masyarakat Gili Meno agar bisa air kembali dialiri oleh PT TCN. Dewan minta bupati turun tangan langsung mengatasi hal ini. Pasalnya kondisi pariwisata di Gili sangat mengkhawatirkan.

“Kalau hanya sekda, asisten, direktur PDAM ndak ada. Sosialiasi untuk menyakinkan masyarakat supaya mau tanda tangan sebagai syarat TCN dalam proses mengurus izin dan sebagainya silahkan bupati turun,” tegasnya.

Lebih lanjut, untuk menyakinkan masyarakat, bila perlu forkumpinda (forum koordinasi pimpinan daerah) turun langsung menyakinkan masyarakat Gili Meno. Baik itu DPRD, Bupati, pihak kepolisian turun sama-sama untuk menyakinkan masyarakat di Gili Meno. Bahkan, pengusaha di Gili Trawangan meminta untuk segera air bisa kembali mengalir. Jika tidak para pengusaha siap mengembalikan wisatawan ke Bali.

“Ini yang kita khawatirkan. Bahkan mereka mau buat spanduk untuk memulangkan para wisatawan dan tidak lagi menerima wisatawan karena takut dikomplain,” terangnya.

Makanya dewan minta bupati ambil sikap sekarang ini, karena ini kondisi darurat. Harus menyakinkan masyarakat Meno, karena itu syarat membuka air di Gili Trawangan. “Langkah apa harus dilakukan bupati di Gili meno. Silahkan bupati turun tangan, itu harapankan kita,”harapnya. (GYM/NL).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button