Lombok Utara Hadapi Fase Stunting 2.0, Wabup Minta OPD Pahami Juknis Baru
Lombok Utara (Netlombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta menggelar Lokalatih Penguatan Kapasitas Tim Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri di Aula Dinkes KLU, Kamis (5/12), ini menandai dimulainya Fase Stunting 2.0 yang berfokus pada intervensi lebih dalam di tiga desa prioritas.
Wakil Bupati Kusmalahadi mengakui, meski angka stunting di KLU menunjukkan perkembangan signifikan, daerah ini masih tercatat sebagai salah satu penyumbang angka stunting tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan di beberapa kecamatan, dengan angka stunting di atas rata-rata kabupaten. Kami juga masih berjibaku dengan perbedaan data antara SSGI/SKI dan E-PPGBM,” ujarnya, Jumat 5 Desember 2025.
Wabup Kus menegaskan bahwa lokalatih ini bukan sekadar forum belajar teknis, melainkan forum konsolidasi dan penajaman arah kerja. Ia menekankan pentingnya seluruh OPD memahami Petunjuk Teknis (Juknis) Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2024 agar sistem kerja periode 2025-2028 dapat berjalan maksimal.
Pada Fase Stunting 2.0 (2025-2028), intervensi akan difokuskan di tiga desa prioritas: Gumatar, Sambik Bangkol, dan Pemenang Timur. “Agar seluruh OPD memahami Juknis 2024, para peserta diharapkan mampu memahami perubahan-perubahan penting dalam juknis 2025,” katanya,
Ia berharap kolaborasi semua pihak dapat memberikan dampak nyata dalam upaya penurunan stunting.
District Officer Yayasan Cipta, Abdul Gafur, dalam laporannya, menuturkan bahwa kegiatan lokalatih ini merupakan komitmen untuk memetakan rencana aksi percepatan penurunan stunting secara menyeluruh.
“Program ini berfokus pada penguatan Komunikasi Perubahan Perilaku dan Konvergensi Program Pusat, daerah, dan desa,” tutur Gafur, menambahkan bahwa pendampingan teknis telah dilakukan sejak tahun 2021.
Hasil positif dari pendampingan sebelumnya di KLU mencakup terbitnya strategi komunikasi perubahan perilaku, modul, dan buku saku Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) untuk tokoh agama dan adat.
Gafur menambahkan, saat ini progres pengisian Web Bangda oleh KLU telah mencapai 80%, namun masih memerlukan pendampingan khusus untuk adaptasi sesuai Juknis Aksi Konvergensi 2024 terbaru.
Lokalatih ini bertujuan meningkatkan kapasitas TP3S dalam melaksanakan aksi konvergensi, mengidentifikasi pembelajaran dari tahun sebelumnya, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) demi penguatan manajemen data dan kolaborasi antar-OPD.
Turut hadir dalam pembukaan ini Kepala Dinas Kesehatan dr. H.L. Bahrudin, Kepala Dinas Kominfo KLU Haerul Anwar, seluruh camat se-KLU, serta perwakilan OPD terkait. (RHS)



