
Lombok Utara, Netlombok.com- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyewa sebanyak enam stand atau booth UMKM pada gelaran event MotoGP 2024 di Mandalika. Tahun ini penyewaan standnya sedikit bertambah daripada tahun lalu yang hanya empat stand saja untuk UMKM, dengan harapan bertambahnya stand disewa maka UMKM dapat meraup untung besar.
Terlebih penonton MotoGP diperkiraan ratusan ribu lebih penonton, sama seperti tahun lalu. Mengingat penontonya tidak hanya orang lokal NTB saja, tetapi datang dari luar daerah dan luar negeri untuk menonton perhelatan event internasional ini.
“Sekarang ini turun harga dia boothnya, jadi harga sewa disitu Rp10 juta diluar pajak satu booth. Dengan 6 booth itu akan diisi oleh 12 UMKM untuk kuliner dan beberapa souvenir,” ujar Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Lombok Utara, Harianto, Selasa (17/9).
Untuk penyewaan stand UMKM ini pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan MGPA. Saat ini tinggal dilakukan pembayaran saja dengan masa tenggang diberikan hingga 20 September 2024 baru kemudian diproses. “Total anggarannya untuk booth sekitar Rp 130-an juta. Memang potensinya lebih besar kalau kita lihat (MotoGP,red), makanya ikut setiap tahun. Ketimbang kita ikut pameran di Jakarta, potensinya pasarnya belum jelas,” jelasnya.
Menurutnya dengan ikut sertanya UMKM Lombok Utara di MotoGP 2024 ini pasarnya sudah jelas dan terlihat jelas hasilnya. Selain itu dampak positif dirasakan oleh para UMKM. Seperti halnya di tahun sebelumnya, beberapa produk kuliner seperti bakery cukup banyak diminati.
“Produk makanan ini sebagian kita serap juga disini (KLU), karena tidak menutup kemungkinan peminatnya itu banyak. Karena dalam 3 hari produk yang dibawa habis, terutama di hari kedua dan ketiga,” jelasnya.
Sementara itu, dengan lokasi penyewaan sama seperti tahun lalu yakni di zona i, lokasi ini dipilih karena melihat prospeknya dan potensinya cukup besar. Meskipun sempat mencari tempat lain untuk tambahan, agar lebih banyak UMKM Lombok Utara ikut. Namun kembali menjadi pertimbangan, karena dikhawatirkan potensinya tidak sama seperti di zona yang sama.
“Kita khawatir kalau kepisah pisah agak susah, makanya kita ambil yang satu tempat. Apalagi tribunnya cukup besar di zona i, itu bisa 6000 pembeli itu selama 3 hari,” demikian.



