News

BMKG :Waspada Potensi Hujan di Musim Kemarau

Lombok (netlombok)-

Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I Mei 2023 umumnya dalam kategori Rendah (0 – 50 mm/dasarian). Kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah NTB, kecuali wilayah Lombok Tengah bagian selatan  yang mengalami hujan dengan kategori tinggi (151 – 200 mm/dasarian)

Curah hujan tertinggi tercatat terjadi di Pos Hujan Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 183 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian I Mei  2023 di wilayah NTB bervariasi dari bawah normal hingga atas normal.

Prakirawan BMKG Stasiun NTB Yuhanna Maurits mengatakan, pada dasarian II Mei 2023 (11 – 20 Mei 2023) diprakirakan Curah Hujan di bawah 20 mm/dasarian akan mendominasi wilayah NTB dengan probabilitas di atas 90 persen. Peluang curah hujan dengan intensitas 50 – 100 mm/dasarian merata di seluruh wilayah NTB dengan peluang kurang dari 10 persen.

Ia mengatakan, di periode musim kemarau ini masyarakat perlu tetap mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Mengingat masih adanya peluang hujan dengan katagori menengah.

“Masyarakat di NTB dapat memanfaatkan peluang adanya hujan ini dengan melakukan penampungan air guna mengantisipasi musim kemarau yang akan datang khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan,” pesan Yuhanna Maurits, Kamis (11/5/2023).

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis. Dimana peringatan dini pada level Siaga terdapat di Kabupaten Lombok Timur yaitu di wilayah Kecamatan Swela.

“Level Waspada terdapat di Kabupaten Lombok Timur yaitu di Kecamatan Sakra Barat dan Sukamulia dan Kabupaten Sumbawa yaitu di Kecamatan Sumbawa,” terangnya.

Update kondisi dinamika atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO masih berada pada kondisi Netral (indeks ENSO : 0.26) yang sudah berlangsung selama lima dasarian terakhir. BMKG dan beberaa pusat iklim dunia memprediksi kondisi ENSO Netral dan ada peluang EL-Nino pada semester II 2023.

Indeks IOD pada dasarian terakhir menunjukkan kondisi IOD netral (-0.05), diprakirakan kondisi IOD akan menuju kondisi IOD Positif setidaknya hingga awal semester II 2023. Anomali OLR secara spasial pada dasarian I Mei 2023 menunjukkan peningkatan potensi pertumbuhan awan di wilayah Indonesia bagian timur. (YFA).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button