Diduga Dikelola Secara Monopoli, Wisata Bale Mangrove Jerowaru Ditutup Sementara

Lombok Timur (NetLombok) — Puluhan warga Desa Poton Bako, Kecamatan Jerowaru, menggelar aksi unjuk rasa di kawasan wisata Bale Mangrove (Pohon Magrup), Lombok Timur, Sabtu (03/01/2026). Aksi ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan wisata yang dinilai tidak transparan dan hanya didominasi oleh kelompok keluarga tertentu.
Ketegangan sempat mewarnai jalannya demonstrasi. Massa menilai pihak pengelola saat ini menjalankan operasional wisata secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat luas. Hal ini dianggap merugikan warga sekitar yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada sektor pariwisata tersebut.
Perwakilan massa aksi, Sukirman, menegaskan dua poin utama tuntutan warga. Yakni mendesak pergantian pengurus Bale Mangrove agar tidak terjadi monopoli oleh kelompok atau keluarga tertentu. Kemudian meminta agar pengelolaan wisata diambil alih oleh Pemerintah Desa untuk menjamin netralitas.
“Kami ingin pengelolaan wisata ini adil dan melibatkan masyarakat desa, bukan hanya dikelola oleh kelompok tertentu,” ujar Sukirman di lokasi aksi.
Selain itu, warga juga menuntut penataan ulang lapak pedagang, sterilisasi kawasan mangrove dari hunian pribadi, serta audit inventaris fasilitas wisata yang ada.
Menanggapi eskalasi massa, Kasat Pol PP Lombok Timur, Salmun Rahman, langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi. Demi menjaga kondusifitas dan keamanan, pihak berwenang memutuskan untuk menutup sementara destinasi wisata tersebut.
”Mulai hari ini, Wisata Bale Mangrove ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Salmun Rahman.
Ia juga meminta agar seluruh pihak terkait segera duduk bersama untuk menyelesaikan konflik internal ini. “Kami meminta pihak terkait segera menyelesaikan permasalahan ini. Anggota kami akan tetap berjaga di lokasi (standby) hingga situasi benar-benar kondusif,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh aktivitas di Wisata Bale Mangrove dihentikan total sembari menunggu hasil mediasi antara warga dan pihak pengelola. (R)



