
Mataram (netlombok)- Mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan stok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan Provinsi NTB bersama Polresta Mataram bergerak cepat. Pada Selasa (3/3), tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di Pasar Mandalika untuk memastikan keamanan dan keterjangkauan harga bahan pokok penting (Bapokting).
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, yang turut mendampingi rombongan, menegaskan bahwa pengawasan ini adalah langkah preventif pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kami melakukan dialog langsung dengan pedagang untuk memastikan harga jual tetap berada dalam koridor aturan, serta mengecek apakah stok dan kualitas bahan pangan yang beredar layak konsumsi,” ujarnya, Selasa (3/3).
Ia juga menekankan bahwa pengawasan tidak akan berhenti di pasar saja, melainkan mencakup seluruh rantai distribusi. Dimana Satgas Saber Pangan Kota Mataram akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan, mulai dari proses distribusi, harga jual, hingga mutu dan keamanan bahan pangan.
“Menjaga stabilitas harga pangan pokok ini merupakan program pemerintah untuk membantu dan melindungi masyarakat. Ketetapan harga bahan pokok sudah diatur melalui Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Acuan Pembelian (HAP), maupun Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” terangnya.
Melalui pengawasan berkelanjutan, Satgas Saber Pangan berkomitmen untuk menutup celah praktik penimbunan barang yang kerap memicu inflasi mendadak. Dengan ketersediaan stok yang aman dan harga yang stabil.
“Kami harapkan masyarakat di wilayah di wilayah hulum Polresta Mataram diharapkan dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan yang tidak wajar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Reskrimsus Polda NTB, Direktur PKP Bapanas RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi NTB dan Kota Mataram, serta Kepala Dinas Perindag NTB dan Kota Mataram. (r)



