Jakarta (netlombok) –
Kredit macet pinjaman online (Pinjol) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk tertinggi di Indonesia, bersama dengan Provinsi Banten.
Jika dilihat dari sisi rekening, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NTB memiliki 72.401 rekening penerima pinjaman fintech aktif dengan outstanding pinjaman mencapai Rp189,98 miliar. Sementara itu, Banten memiliki 1,52 juta rekening penerima aktif dan outstanding pinjaman sebesar Rp4,58 triliun.
Di sisi lain, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara menjadi wilayah dengan rasio kredit macet paling rendah, masing-masing mencatatkan rasio 1,06 persen dan 1,07 persen.
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa secara keseluruhan, penurunan rasio pinjaman bermasalah fintech merupakan kabar baik, meski masih banyak daerah dengan kualitas pinjaman yang buruk.
Bhima menuturkan bahwa wilayah Banten bisa dikaitkan dengan literasi keuangan yang rendah. Di mana, lanjut dia, hasil survei literasi keuangan 2022 menunjukkan literasi keuangan Banten hanya mencapai 45,1 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 49,6 persen.
“Tapi soal NTB sepertinya ada pendorong yang berbeda, di mana literasi keuangan NTB 65,4 persen relatif tinggi bahkan dibanding DKI Jakarta 52,9 persen,” ungkap Bhima sebagaiimana dikutif dari bisnis.com, Selasa (1/8/2023).
Namun, Bhima mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di wilayah NTB mencapai 13,8 persen. Angka tersebut berada di rata-rata nasional 9,36 persen per Maret 2023.
“Karena tingginya persentase penduduk miskin, maka kemampuan membayar pinjamannya juga rendah,” paparnya.(DLN)



