Kriminal

Polresta Mataram Selidiki Kasus Dugaan Penganiayaan di Sriwijaya dan Udayana

Mataram (Netlombok)- Polresta Mataram bersama Polsek Mataram tengah gencar melakukan penyelidikan atas dua kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di lokasi berbeda di Kota Mataram pada Minggu (25/10) dini hari. Kedua aksi kekerasan jalanan tersebut menyebabkan para korban menderita luka-luka hingga harus menjalani perawatan medis secara intensif.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, sekitar pukul 00.00 WITA. Kasus ini bermula saat korban sedang berboncengan motor bersama rekannya. Tiba-tiba, tiga orang terduga pelaku yang menunggangi satu sepeda motor datang memepet dan mengayunkan senjata tajam ke arah korban.

Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami luka sayatan di bagian pinggang dan saat ini harus dirawat di Rumah Sakit Narmada. Saat ini  kasus tersebut telah ditangani langsung oleh Unit Reskrim Polsek Mataram.

Sekitar empat jam berselang, tepatnya pukul 04.00 WITA, dugaan penganiayaan serupa berulang di Jalan Udayana, sebelah utara Hotel Madani. Korban berinisial FAH yang berbonceng tiga bersama dua rekannya, GL dan GB, mendadak dihampiri oleh terduga pelaku. Pengendara motor (GL) secara refleks membanting setang hingga kendaraan terjatuh. Saat itulah terduga pelaku menganiaya FAH menggunakan sajam hingga terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit.

Kasi Humas Polresta Mataram, Iptu Edy Sutrisno, menegaskan bahwa pihak kepolisian merespons dan menangani kedua kasus tersebut secara serius setelah menerima laporan resmi dari para korban pada Senin (26/10) pagi.

“Laporannya baru kami terima pagi ini, baik yang di Polsek maupun yang di Polresta Mataram. Kami akan melakukan penyidikan untuk dapat mengetahui dan mengamankan terduga pelaku dalam dua kasus dugaan penganiayaan tersebut,” ujarnya.

Mengenai kronologi di Jalan Udayana, Iptu Edy menjelaskan bahwa korban saat itu tengah berkendara sebelum dicegat. “Informasi pelapor, mereka bertiga sedang jalan-jalan. Di tengah jalan, mereka dicegat oleh terduga dan menurut pelapor langsung dilakukan penganiayaan dengan menggunakan sajam. Akibatnya, FAH terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Hingga saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa keterangan saksi-saksi, serta mendalami kronologi untuk mengidentifikasi identitas para pelaku. “Kami di Polresta Mataram memastikan penyelidikan akan terus berjalan secara profesional guna menangkap para pelaku dan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Polresta Mataram mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya dan upaya yang kami miliki untuk mengungkap terduga pelaku dalam kasus ini. Akan tetapi, kami mohon kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak bertindak gegabah, dan menghindari penyebaran informasi yang belum jelas agar tidak mengganggu kamtibmas secara umum,” pungkasnya. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button