News

Ritual Empas Menanga di Desa Akar-Akar: Tradisi Tahunan Wujud Syukur dan Silaturahmi

Lombok Utara (netlombok.com)-
Sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, menggelar ritual tahunan Empas Menanga di Muara Mual, Rabu (11/12). Ritual ini merupakan tradisi adat sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Ritual tahunan ini menarik ribuan pengunjung, tidak hanya dari Desa Akar-Akar tetapi juga dari luar desa bahkan luar Kecamatan Bayan.

Puncak acara turut dihadiri oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, yang didampingi Asisten III Setda KLU serta beberapa Kepala OPD. Di hadapan tokoh adat dan masyarakat, Bupati Djohan menyampaikan apresiasinya terhadap pelestarian budaya yang diwariskan leluhur.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar masyarakat, khususnya di Kecamatan Bayan,” ujar Bupati Djohan.

Bupati juga menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan budaya seperti ini, yang dinilai memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Tradisi yang Dinanti Masyarakat
Kepala Desa Akar-Akar, Budi Priyo Santoso, menyebut bahwa Empas Menanga selalu menjadi momen yang dinantikan warga setiap tahun. Acara ini tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga ajang untuk memperkuat hubungan sosial antar masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang ritual, tetapi juga kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa setelah pelaksanaan pemilihan umum pada 27 November, ritual ini menjadi momentum pesta rakyat untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan.

“Masyarakat yang hadir di sini tidak hanya menyaksikan ritual, tetapi juga dapat ikut mencari ikan, udang, sidat, dan lainnya,” tambah Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB bersama DKP3 KLU telah melepas lebih dari 40 ribu ikan di lokasi ini beberapa bulan sebelumnya. Hal ini menjadi daya tarik tambahan bagi warga yang hadir.

Acara Empas Menanga di Desa Akar-Akar menjadi bukti nyata bagaimana budaya dan tradisi mampu menjadi perekat sosial sekaligus memberikan manfaat ekologis. Pemerintah dan masyarakat berharap tradisi ini terus dilestarikan untuk generasi mendatang.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button