EkonomiHeadline

Lombok Utara Optimis Tekan Kemiskinan Ekstrem

TANJUNG, Netlombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya mengurangi angka kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan besar. Meski demikian, pihaknya akan terus berusaha agar ditahun ini angka kemiskinan ekstrem semakin menurun. Bahkan ditargetkan 2025 jumlah masyarakat miskin ekstrem dibawah seribu.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) KLU, Faturrahman, menyampaikan bahwa data awal menunjukkan sekitar 33 ribu masyarakat miskin di Lombok Utara. Namun, setelah dilakukan verifikasi menyeluruh, jumlahnya turun menjadi 1.045 jiwa.

“Kemarin, ada tambahan data sekitar 17 ribu jiwa (masyarakat miskin,red). Data ini masih kami verifikasi, dan hasil sementara menunjukkan angka kemiskinan ekstrem di KLU kemungkinan akan turun menjadi kurang dari seribu jiwa pada 2025,” ungkapnya.

Apalagi pemerintah pusat menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026, dan Faturrahman optimis bahwa Lombok Utara dapat mencapai target tersebut lebih cepat. “Kami berharap dalam dua tahun ke depan, angka kemiskinan ekstrem bisa tuntas, terutama setelah verifikasi data ini,” ujarnya.

Dalam hal intervensi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, Dinas Sosial KLU akan melakukan pendekatan yang lebih spesifik berdasarkan hasil verifikasi. Faturrahman menambahkan bahwa tidak semua penerima bantuan membutuhkan sembako.

“Bantuan yang kami berikan harus sesuai dengan kondisi masing-masing. Ada yang membutuhkan modal usaha, ada yang membutuhkan pelatihan, ada pula yang membutuhkan rumah. Kami akan koordinasikan dengan berbagai dinas terkait, seperti PUPR untuk masalah rumah, Perindagkop untuk modal usaha, dan BLK untuk pelatihan keterampilan,” jelasnya.

Dinas Sosial KLU akan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu memenuhi sendiri, seperti pangan dan tempat tinggal. “Kami tidak bisa menyamakan kebutuhan setiap individu. Kami akan memberikan sembako hanya untuk mereka yang tidak memiliki aset dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka,” jelasnya.

Dengan upaya verifikasi data dan intervensi yang tepat sasaran, Lombok Utara berkomitmen untuk menuntaskan masalah kemiskinan ekstrem dalam waktu yang lebih cepat. Pemerintah setempat berharap, dengan sinergi antarinstansi, kemiskinan ekstrem di daerah ini dapat benar-benar teratasi sebelum tahun 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button