Mataram (Netlombok)– Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan kesiapan dalam menghadapi momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dan menjamin stabilitas kebutuhan pangan masyarakat hingga tahun depan. Stok beras di gudang Bulog saat ini berada dalam kondisi sangat aman dan mencukupi.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan bahwa ketersediaan beras saat ini mampu menanggulangi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang, termasuk potensi peningkatan konsumsi di akhir tahun.
“Bulog memastikan bahwa stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTB berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi hingga tahun depan bahkan. Saat ini stok tersedia mencapai 167.645 Ton, termasuk untuk menghadapi momentum Natal, Tahun Baru, hingga Lebaran sampai 15 bulan ke depan,” tegas Siregar, Kamis (27/11/2025).
Menurut Siregar, Bulog telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) menjelang periode Nataru. Percepatan penyaluran beras SPHP menjadi strategi utama untuk memastikan harga tetap terkendali.
Realisasi penyaluran SPHP hingga kini telah mencapai 16.301 Ton. Penyaluran ini dilakukan secara masif melalui jaringan pasar tradisional, ritel modern, distributor resmi, serta berbagai kanal penjualan yang bekerja sama dengan Bulog. Percepatan penyelesaian Bantuan Pangan (Banpang) juga menjadi fokus utama.
“Kami terus melakukan penguatan pasokan, mempercepat penyaluran beras SPHP, serta menjaga ketersediaan di seluruh pasar dan kanal distribusi resmi,” kata Siregar.
Selain itu, Bulog NTB memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan agar pengawasan di lapangan berjalan optimal, khususnya dalam mencegah spekulasi harga dan penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Koordinasi tersebut juga penting untuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar, merata, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan fluktuasi harga.
Menghadapi tingginya kebutuhan pangan di akhir tahun, Siregar meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Bulog NTB juga menyatakan telah menyiapkan cadangan pasokan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem atau gangguan logistik yang mungkin terjadi pada periode Desember hingga Januari.
“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (R)



