UMKM NTB Naik Kelas, BBPOM di Mataram Kawal Terbitnya 440 Izin Edar

Mataram (Netlombok)- Produk lokal NTB kini tak lagi sekadar jago kandang. Melalui pendampingan militan dari Balai Besar POM (BBPOM) di Mataram, ratusan produk UMKM Bumi Gora resmi mengantongi tiket legalitas untuk bersaing di pasar nasional maupun global.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abasa, menegaskan bahwa keberhasilan penerbitan 440 Nomor Izin Edar (NIE) bagi 86 UMKM sepanjang periode 2024–2025 bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol meningkatnya daya saing ekonomi kerakyatan di NTB.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha kita tidak berjalan sendirian. BBPOM hadir bukan hanya sebagai pengawas, tapi sebagai mitra strategis agar produk UMKM NTB naik kelas, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya, Rabu (4/3).
Selama tahun 2025 saja, energi BBPOM di Mataram difokuskan pada asistensi intensif yang membuahkan hasil manis. Sebanyak 202 NIE baru lahir dari tangan dingin 39 pelaku UMKM. Transformasi ini mencakup berbagai sektor krusial diantaranya pangan olahan: 78 izin edar (vco, gula semut, minuman botanikal). Kosmetik: 120 izin edar (sabun cair, parfum, hingga pomade). Dan obat bahan alam: 4 izin edar (kapsul dan cairan obat luar).
“Lombok Barat tercatat sebagai wilayah paling progresif dengan sumbangsih 106 NIE, disusul Kota Mataram 40 NIE, Lombok Timur 22 NIE, Lombok Tengah 19 NIE, dan Lombok Utara 15 NIE,” terangnya.
Pembinaan terstruktur melalui pelatihan dan edukasi adalah prasyarat mutlak agar pelaku usaha mampu memenuhi standar regulasi. Ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian ekonomi dari akar rumput, seperti ditekankan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar.
Secara kumulatif pada periode 2024–2025, Balai Besar POM di Mataram telah mendampingi 86 UMKM dengan total 440 NIE yang diterbitkan. Rinciannya meliputi 6 NIE untuk 3 UMKM obat bahan alam, 164 NIE untuk 56 UMKM pangan olahan, serta 270 NIE untuk 12 UMKM kosmetik. Capaian ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pengawasan terpadu di masa depan. Yogi Abasa optimis bahwa dengan izin edar di tangan, kepercayaan konsumen akan meningkat drastis.
“Ketika produk lokal sudah aman, bermutu, dan bermanfaat, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan melesat secara berkelanjutan. Kami akan terus mengawal UMKM NTB agar terus berinovasi tanpa melupakan aspek keamanan produk,” pungkasnya. (r)



