HeadlineNews

Antisipasi Lonjakan Kasus, KLU Perketat Pengawasan Campak

Tanjung (netlombok) – Posisi Indonesia sebagai penyumbang kasus campak tertinggi kedua di dunia versi IDAI memicu alarm kewaspadaan di berbagai daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara (KLU), yang kini memperketat barisan pertahanan kesehatan setelah Provinsi NTB masuk sebagai satu dari 12 provinsi dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. Lalu Baharudin, mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya tengah memantau ketat satu kasus suspek campak yang ditemukan di wilayahnya. Meski baru tercatat satu kasus tunggal, langkah medis cepat telah diambil untuk memutus rantai penularan.

“Pasien sudah ditangani secara intensif. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Surabaya untuk memastikan status medisnya. Sejauh ini, beruntung belum ada laporan kasus susulan,” ungkap dr. Baharudin, Selasa (10/3).

Kewaspadaan ini kian mendesak mengingat momentum mudik lebaran yang sudah di depan mata. Pergerakan massa yang masif dinilai berpotensi mempercepat distribusi virus, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan sempurna.

Menanggapi tantangan tersebut, dr. Baharudin menegaskan bahwa vaksinasi rutin di Posyandu tetap menjadi senjata utama pemerintah daerah.

“Kami tidak ingin kecolongan. Vaksinasi rutin di tingkat desa melalui Posyandu terus kami genjot. Kami mengetuk kesadaran para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka sudah mendapatkan imunisasi lengkap sebelum melakukan perjalanan atau bertemu sanak saudara,” tegasnya.

Selain mengejar target imunisasi, masyarakat diimbau untuk memperkuat proteksi mandiri. Perubahan cuaca dan mobilitas tinggi selama lebaran menuntut ketahanan fisik yang prima.

“Vaksin adalah perlindungan medis, namun pola hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah pelindung harian. Kami meminta masyarakat tetap mengonsumsi vitamin, menjaga asupan nutrisi, dan memastikan anak-anak mendapatkan istirahat yang cukup,” jelasnya.

Dengan status KLB yang membayangi NTB, Dinas Kesehatan KLU memastikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama tetap siaga melakukan deteksi dini demi mencegah penyebaran yang lebih luas di NTB. (rhs)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button