Mataram (Netlombok) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok. Melalui kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, serta TVRI NTB, Gerakan Pangan Murah (GPM) resmi digelar di halaman Kantor TVRI NTB, Jalan Majapahit, Kota Mataram.
Hadir meninjau langsung lokasi, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri (Umi Dinda), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam melakukan pengendalian inflasi daerah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tren kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan. GPM ini bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan bagian dari gerakan serentak nasional yang dilaksanakan di 32 titik lokasi TVRI di seluruh Indonesia.
“Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan. Melalui GPM ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah pasar, sehingga daya beli tetap terjaga menjelang Ramadan,” ujarnya, Rabu (11/3).
Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, hingga tepung terigu. Semua komoditas tersebut dihadirkan melalui sinergi dengan berbagai pihak seperti Perum Bulog, Bank Indonesia, serta para pelaku UMKM dan distributor lokal.
“Melalui kolaborasi terpadu ini, Pemerintah Provinsi NTB optimis tingkat inflasi daerah tetap terkendali dan distribusi pangan ke masyarakat tetap lancar hingga Idul Fitri mendatang,” imbuhnya.
Uniknya, GPM kali ini juga dirangkaikan dengan berbagai layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Selain berbelanja pangan murah, masyarakat yang hadir juga dapat memanfaatkan, pemeriksaan mata gratis bagi pengunjung. Uji cepat (rapid test) untuk memastikan bahan pangan yang beredar bebas dari zat berbahaya. Sosialisasi gerakan Stop Boros Pangan untuk mengajak masyarakat berbelanja dengan bijak. Serta pembagian paket sembako khusus bagi kaum dhuafa.
Wagub NTB mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang membuat kegiatan ini berjalan masif. Menurutnya, keterlibatan Pusat Distribusi Pangan Masyarakat (PUPM) dan organisasi perangkat daerah teknis adalah kunci ketahanan pangan daerah.
“Ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Dengan mendekatkan layanan pangan, kita berharap masyarakat bisa beribadah di bulan Ramadan dengan tenang tanpa rasa khawatir akan lonjakan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya. (r)



