Ekonomi

Bawa Sorgum Lombok ke Pasar Global, UMKM Binaan Astra Motor Tembus New Zealand

Lombok Tengah (Netlombok)- Berawal dari keprihatinan melihat hasil pertanian yang terbuang sia-sia dan maraknya ibu-ibu rumah tangga serta eks Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tidak memiliki kegiatan produktif. Maimunah, warga Dusun Lendang Batah Daye, Desa Mekar Damai, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, membuktikan bahwa keterbatasan wilayah pelosok tak menghalangi semangat berinovasi.

Maimunah menginisiasi usaha pengolahan hasil pertanian lokal seperti jagung, singkong, hingga sorgum sejak tahun 2014. Sebelum usahanya berdiri, komoditas seperti jagung dan singkong di desanya hampir tidak bernilai jual dan hanya dijadikan pakan ternak. Bahkan, singkong kerap dibiarkan di pematang sawah karena biaya angkut ke pasar lebih mahal dibanding hasil penjualan.​

“Awalnya kami memproduksi kue-kue basah dengan kapasitas 5 kilogram secara semi-manual. Namun, produk kue basah hanya jalan kalau ada pesanan,” ujarnya.

Arah usaha Maimunah berubah drastis setelah ia mengikuti pelatihan pembuatan tortilla dari seorang mentor lokal. Melihat potensi bahan baku yang melimpah, ia memutuskan memfokuskan kelompok usahanya pada olahan tortilla, opak, kerupuk, hingga beras sorgum.

Usaha yang dikelolanya pun tak sekadar mengejar profit, tetapi juga membawa misi sosial. Saat ini, terdapat 17 pekerja perempuan yang terlibat langsung dalam proses produksi harian. ​Di antara para pekerja tersebut, terdapat tiga orang eks TKW asal Arab Saudi dan lima orang ibu kepala keluarga (single parent). Maimunah menerapkan sistem kerja yang fleksibel bagi warga sekitar.​

“Ibu-ibu di sini jadwalnya fleksibel. Ada yang masuk usai salat Subuh untuk penggilingan dan pengadukan, ada yang masuk jam tujuh untuk pemipihan, hingga lansia yang bertugas membantu pengangkatan barang di siang hari,” jelasnya.​

Selain unit usaha olahan pangan, kelompok ini memayungi koperasi perempuan beranggotakan 40 orang dengan himpunan modal mencapai Rp30 juta. Melalui simpanan wajib dan arisan bulanan, anggota kelompok yang ingin membuka usaha mandiri seperti menjahit atau tata rias turut mendapatkan bantuan permodalan.

​Titik balik perkembangan bisnis Maimunah terjadi pada tahun 2022 saat Astra Motor NTB mulai masuk memberikan pembinaan. Sebelum intervensi tersebut, kelompok Maimunah kerap merasa tidak percaya diri (pede) untuk menembus pasar ritel modern dan toko oleh-oleh.

“​Astra Motor NTB mendampingi kita itu mulai dari pembuatan kemasannya yang dibuat lebih menarik. Ada juga bantuan mesin pengaduk otomatis pada 2023 sama fasilitas uji nutrisi,” tuturnya.

Astra juga menjembatani akses pasar dengan mengantar langsung produk UMKM Cempake ke jaringan ritel seperti NTB Mall, Sasaku, dan Lestari, serta konsisten mengikutsertakan produk mereka di ajang internasional seperti MotoGP.​

Dampak dari pembenahan kemasan dan legalitas tersebut terasa signifikan. Pada tahun 2025, produk tortilla sorgum Maimunah lolos kurasi pasar Selandia Baru (New Zealand) dan telah melakukan pengiriman sebanyak dua kali.​

“Dulu kami malu dan tidak pede masuk ke pasar oleh-oleh. Setelah dibantu kemasan baru dan diantar langsung oleh tim Astra untuk bertemu pihak toko, alhamdulillah produk kami langsung diterima dan kerja samanya berlanjut sampai sekarang,” katanya.

Lebih lanjut, saat ini Maimunah terus menggembleng usahanya dengan mengikuti berbagai program inkubasi nasional seperti UMKM Bisa dan Astra Export Champion, dengan harapan dapat memperluas jangkauan pasar sorgum Lombok ke tingkat global. 

Disisi lain, kapasitas produksi harian rata-rata mencapai 10 hingga 12 kilogram per hari, dengan harga jual Rp15.000 untuk kemasan standar binaan Astra dan Rp10.000 untuk kemasan biasa. Meski demikian, saat menerima pesanan khusus, seperti pada masa pandemi COVID-19 lalu kapasitas produksi kelompok ini mampu menembus hingga 1 ton dalam sebulan.

Sementara itu, Admin & Finance Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama, menyampaikan bahwa keterlibatan Astra dalam mendampingi UMKM Cempake milik Bu Maimunah merupakan wujud nyata dari pilar kewirausahaan Astra melalui program Income Generating Activity (IGA).​

“UMKM Cempake milik Bu Maimunah ini menjadi salah satu binaan Astra Motor NTB yang fokus pada program IGA Astra dalam memberdayakan UMKM dan warga kurang mampu. Kami membina mereka melalui pelatihan, bantuan modal, hingga strategi pemasaran yang baik,” ujarnya. ​

Ivan menambahkan, pilar kewirausahaan ini berfokus pada pengembangan UMKM lokal dan penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button