News

RRI Fest 2026 Kampanyekan Gerakan Anti Pernikahan Dini di NTB

Mataram (netlombok.com)- Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram menggelar RRI Fest 2026 di MAN 1 Mataram, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan talkshow yang mengkampanyekan gerakan anti pernikahan dini sekaligus mendorong generasi muda NTB untuk memprioritaskan pendidikan.

Kepala RRI Mataram, Nenny Afrantiny, mengatakan RRI Fest 2026 terselenggara melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra kerja RRI Mataram. Mengusung tema “Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Nenny, salah satu tantangan pembangunan SDM di NTB adalah masih tingginya angka pernikahan dini. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tingkat pernikahan dini di NTB mencapai 17,32 persen pada 2023 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia saat itu.

“Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan SDM di NTB. Seperti kita ketahui pembangunan SDM di provinsi ini masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah tingginya pernikahan dini,” kata Nenny di sela-sela kegiatan.

Karena itu, RRI Mataram turut mengambil peran dalam mengampanyekan pencegahan pernikahan dini kepada kalangan pelajar. Menurut Nenny, isu tersebut juga sejalan dengan program nasional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Lewat RRI Fest kami juga mengakomodir program dari mitra kami, yang relevan dengan gerakan pencegahan pernikahan dini,” ujarnya.

Dalam talkshow tersebut, RRI menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag NTB Drs. Nasrullah, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka Dr. Hulaifi, Putri Kebaya NTB 2026 Hurul In, serta Duta Anti Narkoba NTB 2026 Farmi Nur Hamida.

Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag NTB, Drs. Nasrullah, mengingatkan para siswa agar memprioritaskan pendidikan sebelum memutuskan untuk menikah.
Ia menilai pendidikan merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga.

Nasrullah mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya ilmu dalam kehidupan.
“Jika kalian ingin selamat dan tenang hidup di dunia dan akhirat, maka harus memiliki ilmu,” kata Nasrullah, mengutip sabda Nabi Muhammad SAW.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kanwil Kemenag NTB, masih terdapat 1.963 anak yang menikah di bawah umur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.521 anak tercatat melahirkan di bawah umur berdasarkan data puskesmas.

Nasrullah menyayangkan masih tingginya angka tersebut. Menurutnya, anak yang memasuki pernikahan pada usia dini umumnya belum memiliki kesiapan fisik dan mental yang memadai untuk menjalani kehidupan berumah tangga.

Karena itu, ia mendorong siswa MAN 1 Mataram untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin sebelum membangun rumah tangga.

“Kalau bisa lanjut S1, lalu menikah, lalu S2, kalau bisa sampai S3,” ujarnya.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka, Dr. Hulaifi, turut mendorong pelajar untuk tidak menjadikan keterbatasan waktu sebagai alasan menghentikan pendidikan.

Menurutnya, Universitas Terbuka menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. “UT Mataram didirikan dengan slogan Menjangkau yang Tidak Terjangkau. Sehingga siapapun yang sudah punya ijazah SMA, bisa mengenyam bangku kuliah,” ujar Hulaifi.

Ia menjelaskan sistem pembelajaran tersebut memungkinkan masyarakat di berbagai daerah menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.
Bahkan, kata Hulaifi, pendidikan tinggi tetap dapat ditempuh oleh mereka yang telah menikah. Dengan sistem perkuliahan jarak jauh dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, masyarakat memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan pendidikan.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri melanjutkan studi setelah menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat.

Kampanye pencegahan pernikahan dini juga disampaikan Putri Kebaya NTB 2026, Hurul In. Ia menyebut faktor ekonomi, pergaulan bebas, serta minimnya edukasi kesehatan reproduksi menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu pernikahan pada usia anak.

Menurut Hurul, masih ada orang tua yang memandang pernikahan anak sebagai salah satu cara mengurangi beban ekonomi keluarga. “Masih banyak orang tua yang berharap memperoleh keuntungan dari mahar pernikahan anak,” ujarnya.

Selain faktor ekonomi, pergaulan bebas juga menjadi perhatian. Hurul mengajak para remaja untuk berani saling mengingatkan apabila melihat teman berada dalam lingkungan atau pergaulan yang berisiko.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Pengetahuan tersebut diperlukan agar remaja memahami risiko dari keputusan yang berkaitan dengan kesehatan dan masa depan mereka.

Sementara itu, Duta Anti Narkoba NTB 2026, Farmi Nur Hamida, mengingatkan para siswa agar lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.
Menurutnya, lingkungan pergaulan yang sehat dapat membantu remaja terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

“Kecanduan narkoba menimbulkan persoalan kesehatan dan membuat seseorang terus mencari narkoba,” katanya.

Farmi mengajak siswa untuk membangun pertemanan yang saling mendukung dalam kegiatan positif serta berani menjauh dari lingkungan yang berpotensi menyeret mereka pada penyalahgunaan narkoba.

RRI Fest 2026 turut dihadiri Kepala TVRI NTB Ina Djara, Kepala Biro ANTARA NTB Agus Setiawan, Rektor UNIZAR Muhammad Ansyar, Rektor Universitas Terbuka Mataram Ronny Basista, perwakilan Bank Indonesia Perwakilan NTB, perwakilan Diskominfotik NTB, serta perwakilan Disdikpora NTB.
Talkshow berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme siswa-siswi MAN 1 Mataram. Para siswa silih berganti mengajukan pertanyaan kepada narasumber dalam setiap sesi. Kegiatan juga diramaikan dengan pemberian doorprize dari sejumlah mitra penyelenggara.

Melalui RRI Fest 2026, RRI Mataram berupaya memperkuat kesadaran generasi muda mengenai risiko pernikahan dini, pentingnya pendidikan, pergaulan sehat, serta perlindungan diri dari penyalahgunaan narkoba.
Kampanye tersebut diharapkan mendorong pelajar NTB untuk lebih matang dalam mengambil keputusan dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button