Target 2 Juta Wisatawan Masuk NTB Tahun 2023 Dianggap Tak Realistis

Lombok (netlombok)-
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan 2023 kunjungan wisatawan ke NTB sebesar 2 juta orang. Namun, target tersebut dinilai belum realistis di tengah bayangan isu resesi ekonomi dan masalah bencana terjadi dimana-mana. Pasalnya kunjungan wisatawan bukan soal banyaknya tapi bagaimana kualitas wisatawan itu meningkat.
“Untuk NTB menurut saya 2 juta (target,red) ini belum realistis. Pertama kita targetnya itu harus kepada kualitas wisatawan, bukan kuantitasnya. Kedua kalau kita pandai mengelola, sesungguhnya bisa mengoptimalkan wisatawan dalam pulau,” kata Ketua Pusat Studi Ekonomi Pariwisata Unram, Dr Ahmad Saufi.
Wisatawan dalam pulau ini merupakan wisatawan lokal, misalnya destinasi aktrasi di desa Sembalun. Kemudian pengunjungnya orang ampenan, Mataram dan sebagainya begitu juga sebaliknya. Karena melihat saat weekend atau hari libur banyak orang-orang Mataram dan sekitarnya berlibur ke Sembalun, gunung Tunak, dan destinasi wisata lainnya.
“Optimalisasi dari wisatawan dalam pulau. Jangankan kita, negara yang sudah maju pariwisatanya seperti Eropa, Australia. Itu kesulitan dalam menghitung jumlah wisatawan dalam pulaunya karena definisi pariwisata kemudian menjadi tidak jelas,” imbuhnya.
Berbicara definisi wisatawan adalah orang yang datang dari luar daerah, baik domestik maupun mancanegara. Padahal wisatawan itu bisa datang dari wisatawan lokal yang juga berkontribusi meningkatkan kunjungan wisatawan ke suatu destinasi.Apalagi saat ini dinilai indikator yang realistis bagi suatu daerah itu, adalah ketika menggelar banyak event yang bisa memancing banyak kunjungan.
“Event itu juga harus tau waktu juga. Misalnya sekarang kita ngomong Januari Febuari cuaca ekstrim, kemudian resesi, perang dan sebagainnya itu. Jadi yang realistis itu bagaimana kita menargetkan wisatawan lokal,” ungkapnya.
Menurutnya, mungkin bisa saja dengan adanya atraksi atau event menarik kunjungan luar. Hal tesebut bagus, tetapi aktrasi ataupun event juga harus mengetahui momen dan waktunya kapan aktrasi di lakukan.
“Jadi kalau sekarang ini dilakukan aktrasi saya pikir tidak bisa optimal, karena cuaca sulit di prediksi,” ujarnya.
Diharapakan pada April dan seterusnya cuaca bisa lebih bagus sehingga aktrasi atau event di laksanakan. Bila perlu event setiap desa kemudian menarik wisatawan paling tidak wisatawan luar pulau atau luar negeri selama situasi mendukung. Terutama pada kondisi pandemi covid-19. Apalagi dinyatakan sudah tidak lagi covid per Maret tahun lalu.
“Ini berita baik sehingga paling tidak wisatawan Australia itu akan melirik Indonesia sebagai destinasi terdekat,” imbuhnya.
Apalagi NTB memiliki daya tarik destinasi wisata tersendiri. Tetapi jangan lupa aksesibiltasnya, ini yang banyak dipengaruhi oleh cuaca. Kemudian ketersediaan transportasi dan pendukung lainnya.
“Kita lebih bagus mengejar kualitas daripada kuantintas. Artinya jumlah pendapatan kita bisa lebih banyak,” demikian Dr. Saufi.(001)



