News

Tradisi “Begibung RT 10”, Cara Warga Perumahan Royal Mataram Merawat Persaudaraan

Lombok (netlombok)-

Warga RT 10 Perumahan Royal Mataram, Lingkungan Ansor (Lingkar Selatan) Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram berkomitmen menjaga kekompakan, persatuan, dan persaudaraan antar tetangga ditengah ancaman krisis kepekaan sosial bermasyarakat.

Semakin modern zaman, kepedulian sosial dan bermasyarakat seakan makin luntur. Terutama di lingkungan komplek-komplek perkotaan dengan masyarakat yang heterogen. Hidup individual menjadi prilaku yang semakin mencolok.

Merespon fenomena sosial ini, warga RT 10 Perumahan Royal Mataram kemudian bersepakat melakukan pertemuan rutin, berkumpul sesama warga sebagai ajang untuk memperkuat silaturrahmi dengan acara Begibung RT 10.

Begibung dalam istilah Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah, bisa menggunakan nampan/nare, bahkan lazim menggunakan wadah daun pisang.

Begibung bukan tradisi yang hanya bersifat seremonial saja akan tetapi syarat akan makna filosofi yang terkandung didalamnya. Diantaranya sebagai perwujudan kesetaraan dan keadilan. menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan si kaya dan si miskin, yang berpendidikan tinggi dan rendah, pejabat dan masyarakat biasa. Tidak orang yang spesial, semua diperlakukan sama dan melebur menjadi satu dalam wadah makan. Begibung menumbuhkan solidaritas dan persaudaraan yang tinggi.

Kegiatan Begibung RT 10 digelar Sabtu malam (Malam Minggu), 27 Mei 2023. Sebetulnya, kegiatan ini bukan pertama kali digelar. Tradisi warga RT 10 ini sempat terhenti karena gempa tahun 2018, disambung COVID-19 sejak awal 2020.

Kekompakan warga terlihat dari antusiasme mensukseskan acara. Meskipun persiapan dilakukan dadakan. Warga RT 10 secara sadar dan penuh keihlasan urunan untuk pengadaan kebutuhan Begibung RT, dan kebutuhan pendukung lainnya saat acara.

Warga setiap rumah mengumpulkan kebutuhan secara sukarela. Ada yang menyumbangkan dana langsung, ada yang menyumbangkan beras, air mineral, kue, ada juga yang menyumbangkan sate untuk kelengkapan menu begibung.

Kekompakan warga RT 10 ini juga ditunjukkan dengan semangat gotong royong ibu-ibu yang menyiapkan menu begibung. Memasak dilakukan secara bersama-sama sedari pagi, sebelum acara begibung dilaksanakan malamnya.

Begibung RT 10 Perumahan Royal Mataram kali ini mengusung tema “Tetanggaku, Saudaraku”. Tema ini sebagai pesan mendalam bagi warga untuk senantiasa menjunjung tinggi semangat tetangga adalah saudara terdekat. Sehingga prinsip individualisme dalam bertetangga bisa dikikis. Ditengah tantangan krisis kepekaan sosial terhadap sesama di lingkungan sekitar.

Malam Begibung RT berlangsung sangat meriah. Mengambil lokasi di Jalan Mina sebagai jalan utama di RT 10. Warga yang tua, muda, lelaki, perempuan, hingga anak-anak ikut membaur, makan begibung. Pun dari unsur RT sekitar, diantaranya dari RT 11, RT 12, RT13, dan RT 14, termasuk diantaranya Camat Sekotong, Lalu Dita, turut hadir membaur. Tidak ada sekat. Semua melebur menjadi satu, sebagai warga, sebagai saudara.

Selain makan begibung, acara dimeriahkan dengan doorprize. Meskipun hadiahnya biasa – biasa saja. Namun cukup menambah meriah dan kesan acara ini. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, karaokean hingga usai. Semua warga bermbira.

Ketua RT 10 Komplek Perumahan Royal Mataram, Bulkaino dalam kesempatan ini menekankan pentingnya merawat kekompakan, kebersamaan, dan persadaraan terhadap sesama warga di lingkungan sekitar.

Menurutnya, acara begibung RT adalah momentum untuk saling mengenal satu sama lain. Menyatukan persepsi untuk mensukseskan kegiatan apapun dalam konteks pembangunan secara fisik di lingkungan sekitar, maupun pembangunan sumber daya manusia yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung. Ini adalah tradisi yang akan terus kita jaga dan tetap laksanakan. Ini bukan acara sekedar makan-makan, tetapi ini menjadi semangat untuk tetap menjaga kekompakan dan persaudaraan. Bertetangga itu tidak ada istilah orang lain, tetapi saudara terdekat. Agar kita saling peduli,” tandasnya.

Kepala Lingkungan Ansor, Lalu. Wahidin juga turut menekankan pentingnya tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam bertetangga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, dengan kompak, tidak ada sesuatu hal yang tidak bisa dilaksanakan. Baik dalam konteks pembangunan lingkungan, dan pembangunan manusia.

“Dengan menjaga kekompakan, banyak ide, banyak masukan bisa dilahirkan dan dilaksanakan bersama – sama. Kami sebagai perangkat lingkungan pada prinsipnya tetap mendukung apapun yang dilakukan oleh warga. Sepanjang kegiatan tersebut positif dan mendatangkan kebaikan bagi semua,” demikian Lalu Wahidin.

Perangkat RT 10, Doni Ekaputra, Babe Junaidi, dan panitia lainnya, Ibu Cia, Ibu Wiwik, Ibu Diana, Ibu Maheswati, Mama Tari, juga turut menyampaikan apresiasi kepada semua warga dan para pihak yang turut mendukung dan mensukseskan acara Begibung RT 10.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button