Santara, Hasil Mahasiswa Unram Perkenalkan Sate Tanjung dengan Inovasi Terbarukan
Kota Mataram (netlombok) –
Sate Tanjung merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang terbuat dari ikan segar yang dibakar dan dibumbui dengan rempah-rempah khas Lombok. Sate ini memiliki cita rasa yang lezat dan gurih, namun memiliki masa simpan yang relatif singkat, yaitu kurang dari 24 jam.
Kemasan Sate Tanjung yang biasanya terbuat dari daun pisang atau kertas nasi menjadikan sate ini tidak mudah untuk dibawa bepergian. Melihat permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Mataram, yaitu Adina Edian Putri, Himayatun Epira Ayunda, dan Ririn Mardiana Saputri, berinovasi untuk mengembangkan Sate Tanjung dengan masa simpan yang lebih lama, kemasan yang lebih praktis untuk dibawa bepergian, dan disajikan lebih menarik. Inovasi tersebut diberi nama Santara, yang merupakan singkatan dari Sate Nusantara.
Santara menggunakan metode pengemasan vakum untuk memperpanjang masa simpan Sate Tanjung. Pengemasan vakum dapat menghilangkan oksigen dari dalam kemasan, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab pembusukan. Santara juga melalui beberapa proses produksi untuk mengurangi kadar air yang dapat mempercepat pembusukan.
Berdasarkan hasil uji coba, Santara dapat bertahan selama 7 hari di suhu ruang dan hingga 2 minggu di suhu dingin. Hal ini menjadikan Santara lebih mudah dan praktis untuk dibawa bepergian, sehingga dapat menjadi oleh-oleh khas Lombok yang lebih tahan lama.
Anggota Tim, Adina Edian Putri berharap Santara dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Sate Tanjung khas Lombok kepada masyarakat luas. Mereka juga berharap bahwa Santara dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang di sekitar mereka.
Menurutnya, Santara merupakan salah satu inovasi terbarukan yang dapat memperpanjang masa simpan Sate Tanjung khas Lombok. ‘’Inovasi ini memiliki potensi untuk menjadi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Lombok, serta dapat membantu memperkenalkan Sate Tanjung kepada masyarakat luas,’’ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat 25 Agustus 2023.
Diakuinya, timnya berhasil lolos mendapat pendanaan program P2MW dari Kemenristekdikti pada tahun 2023. P2MW atau Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha merupakan program pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.
Dengan lolosnya pendanaan P2MW, ujarnya, pihaknya akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp15-20 juta untuk pengembangan usaha Santara. Bantuan dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan pemasaran Santara. ‘’Kami berharap adanya bantuan dana P2MW, dapat mengembangkan Santara menjadi produk yang lebih berkualitas dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas,’’ harapnya. (IMB)



