News

Bank Indonesia Gunakan KRI Singa, Bawa Rp8 Miliar Uang Baru ke 5 Daerah 3T di NTB

Lombok (netlombok)-

Bank Indonesia membawa Rp8 miliar uang baru ke lima daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) di Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 24 Februari – 1 Maret 2023, bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut.

Lima daerah yang dijangkau dengan kapal perang KRI Singa ini diantaranya, Yaitu Pulau Moyo, Pulau Bajo, Pulau Desa Pusu, Pulau Medang, dan Pulau Maringkik.  Secara nasional, Ekspedisi Tahun 2023 ini akan menyasar 17 provinsi dan 85 pulau 3T di Indonesia.

Bank Indonesia membawa uang rupiah baru senilai Rp8 miliar yang akan ditukarkan dengan uang lusuh yang ada di masayarakat di setiap pulau yang dikunjungi. Ekspedisi dilepas, Jumat (24/2/2023) di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Hadir dalam pelepasan ini, berbagai institusi dan personil mulai dari Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat , Dr.Ir. Hj Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, Anggota Komisi XI DPR RI , Asisten Operasi Kasal diwakili Paban II Ops Sopsal – Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E., Direktur Keuangan dan Perbankan Deputi Bidang Intelijen Ekonomi, BIN Agung Budiwibowo, ST., MT, Kapolda Provinsi Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto, Komandan TNI Angkatan Laut Kolonel Laut Djawara Heny Twies Whimbo A, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Heru Saptaji, Lanud, diwakili Kadislog Letkol kal Nur arifin, S. T, Korem, diwakili oleh Kasiter, Direktur Bisnis Tempo –Y. Tomi Aryanto, Bupati Lombok Barat, yang diwakili oleh Staf Ahli H Lalu Najamudin, GM PT Pelindo III Gili Mas, Kepala Kantor Syahbandar Lembar, diwakili Tri Harjono SH Kasubag TU, Kepala Kepolisian Resor Lombok Barat AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P, Kepala Dirpolairud Polda NTB, Pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry, Pimpinan Perbankan di Provinsi NTB, dan Komandan KRI Singa 651.

Direktur Eksekutif DPU, Marlison Hakim menyampaikan bahwa sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2022, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah melaksanakan 92 (sembilan puluh dua) kali kegiatan Kas Keliling 3T dengan 480 (empat ratus delapan puluh) pulau 3T terkunjungi.

Pada tahun 2023 BI dan TNI AL bersepakat untuk memperluas jangkauan layanan kas keliling dengan program yang lebih terpadu dengan mengusung tema “Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023”, dimana pada tahun 2023 kegiatan ini adalah yang ke-3 setelah akhir Januari lalu dilaksanakannya kick off Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Maluku Utara. 

Pelaksanaan kegiatan kas keliling 3T sebanyak 17 kali di 17 Provinsi dengan target 85 pulau yang dikunjungi. “NTB menjadi salah satu provinsi pilihan dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat karena hasil statistik yang menunjukkan peredaran uang di NTB yang tinggi. Hal tersebut menandakan transaksi dan pertumbuhan ekonominya yang begitu maju.

 “NTB ini perioritas kas kapal karena perputaran uangnya cukup tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, tahun 2022 lalu, uang keluar dari Bank Indonesia mencapai Rp9,5 triliun yang menggambarkan tingginya perputaran uang di daerah ini. disisi lain, NTB memiliki gugusan pulau-pulau kecil yang cukup banyak.

“Masyarakat yang berada di wilayah-wilayah 3T yang belum mendapat akses langsung dari layanan perbankan, kita harapkan dari kegiatan kas kapal inilah, masyarakat bisa menukarkan uang lusuh, uang rusak, atau uang tidak layak edar dengan uang uang baru,” ujarnya.

Dengan demikian, rakyat Indonesia yang berada di daerah pelosok sekalipun, dapat kemudahan untuk mendapatkan rupiah baru. Dari pecahan kecil, hingga pecahan besar.
“Uang baru sebesar Rp8 miliar ini semuanya uang tahun emisi terbaru. Sehingga masyarakat yang ada di daerah terluar, dan perbatasan sekalipun, tetap mencintai rupiahnya. Karena uang adalah simbol NKRI,” ujarnya.

Selain membawakan uang baru, ekspedisi ini dilengkapi dengan tim kesehatan yang akan memberikan pelayanan kesehatan di setiap daerah yang dituju. Tidak hanya itu, ada juga kegiatan penyaluran bantuan sembako. dan Bank Indonesia juga bekerjasama dengan Baznas untuk turut bersama menyalurkan zakat kepada masyarakat yang menjadi sasaran ekpedisi tahun 2023 ini.

Asisten Operasi Kasal, yang diwakili oleh Paban II Ops Sopsal, Kolonel Laut Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E. juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari perjanjian Kerjasama antara Bank Indonesia dengan TNI AL berkaitan dengan Pendistribusian, Pengamanan, dan Pengawalan uang Rupiah yang berkualitas ke wilayah 3T di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan sarana yang dimiliki armada TNI AL yang mampu menjangkau hingga ke 17.488 pulau.

“Kami bersyukur dapat membantu Bank Indonesia dalam kegiatan kas keliling tersebut sehingga kerjasama dan kolaborasi kita dalam menjaga kedaulatan ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023, kapal KRI Singa – 651 yang digunakan adalah jenis KCT (Kapal Cepat Torpedo) dengan spesifikasi untuk memburu dan menghancurkan kapal selam,” ujar Kolonel Laut Amrin Rosihan Hendrotomo.

Sementara Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan TNI AL yang bekerjasama dalam pemerataan ekonomi khususnya pemerataan peredaran uang.

“Semoga dengan agenda ini dapat memperkuat ikhtiar kita agar pembangunan ini betul-betul merata di wilayah NTB dan Indonesia. Dan, Alhamdulilah Pertumbuhan ekonomi NTB juga bagus, jadi penting untuk kita pertahankan,” tutup Wakil Gubernur NTB.

Pernyataan tersebut juga didukung dengan penyampaian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji yang menyatakan bahwa seiring dengan pertumbuhan ekonomi NTB, baik pertumbuhan ekonomi dalam total termasuk sektor pertambangan dan khusus non tambang, secara akumulasi semuanya tumbuh sangat baik di kisaran 6,95%. Di sektor non tambang tahun 2021, NTB tumbuh di kisaran 3,36% dan 3,42% di tahun 2022.

“Artinya ini terus bergerak naik dan merupakan kondisi yang luar biasa. Oleh karena itu, penting untuk kita bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi NTB agar berkualitas dan lebih tinggi daripada laju inflasi,” demikian Heru.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button