EkonomiNews

BI NTB Optimis Ekonomi Tetap Tumbuh Positif, Ini Alasannya

Mataram (netlombok) –

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan positif, meskipun ditengah tantangan tahun politik.

Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Berry Arifsyah Harahap di Mataram, Senin (25/9/2023) memaparkan, optimisme Bank Indonesia ini didasari oleh kondisi saat ini. Dimana, perkembangan secara global pertumbuhan ekonomi global 2023 diperkirakan tetap sebesar 2,7% (yoy), namun disertai dengan pergeseran pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi AS dan beberapa negara maju di Eropa diperkirakan lebih baik, dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga seiring perbaikan upah dan keyakinan konsumen.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Tiongkok terpantau lebih rendah sejalan dengan tertahannya konsumsi dan investasi terutama sektor properti. Adapun penurunan inflasi global terpantau berlanjut, meski tekanan inflasi di negara maju masih relative tinggi dipengaruhi oleh perekonomian yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat.

Sejalan dengan global, perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut dan tumbuh lebih tinggi sebesar 5,17% (yoy) pada triwulan II 2023, ditopang oleh seluruh lapangan usaha yang tercatat positif, terutama sektor industri, perdagangan, dan transportasi. Sementara itu, tekanan inflasi tahunan terpantau terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian.

Jika ditarik ke daerah, Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Barat disampaikan, pada triwulan II 2023 sempat mengalami kontraksi -1,54% (yoy), terutama disebabkan oleh kinerja sektor pertambangan yang juga terkontraksi -24,45% (yoy) sebagai dampak dari perolehan kuota ekspor yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Lebih lanjut kondisi tersebut turut mendorong kinerja ekspor luar negeri NTB yang mengalami kontraksi -89,19% (yoy). Di sisi lain, penurunan lebih dalam relatif tertahan oleh akselerasi pertumbuhan sektor konstruksi yang tumbuh hingga 14,93% (yoy) sejalan dengan berlanjutnya pembangunan smelter.

Sementara itu, inflasi NTB pada bulan Agustus 2023 tercatat 0,05% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang disumbang oleh deflasi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau seiring masuknya panen pada beberapa komoditas.

Secara tahunan inflasi NTB terpantau sebesar 2,84% (yoy), lebih rendah dibandingkan Nasional yang sebesar 3,27% (yoy). Lebih terkendalinya tekanan inflasi dibandingkan tahun sebelumnya tidak terlepas dari tekanan harga minyak dunia yang jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk upaya pengendalian inflasi yang secara konsisten dilakukan melalui sinergi TPID.

Berry juga menyampaikan, pada tahun 2023, perekonomian Provinsi NTB diprakirakan akan tetap tumbuh positif pada kisaran 1,5%-2,3% (yoy). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terutama didukung oleh tingkat konsumsi yang lebih baik serta peningkatan kinerja investasi sejalan dengan berlangsungnya pembangunan smelter yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2024.

Secara sektoral pertumbuhan terutama didukung oleh peningkatan kinerja sektor perdagangan dan sektor konstruksi. Pertumbuhan lebih lanjut relatif tertahan oleh penurunan kinerja sektor pertanian sejalan dengan potensi dampak dari musim kemarau (El Nino) dan berkurangnya alokasi pupuk subsidi.

Selain itu, penurunan juga diperkirakan terjadi pada sektor pertambangan yang utamanya dipengaruhi oleh perolehan izin kuota ekspor 2023 yang lebih lambat dan faktor base effect pertumbuhan tahun 2022 yang telah tinggi.

Kinerja perbankan di Provinsi NTB pada triwulan III 2023 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, tercermin dari penyaluran kredit yang tumbuh 1,72% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2023 sebesar 0,49% (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaan, membaiknya penyaluran kredit tersebut terutama ditopang oleh penyaluran kredit modal kerja yang tumbuh meningkat dari 5,32% (yoy) menjadi 8,46% (yoy), serta kredit konsumsi yang tetap tumbuh positif meski melandai.

Untuk diketahui, peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit terutama ditopang oleh kredit pertambangan yang tumbuh lebih baik seiring dengan telah diperolehnya kuota ekspor tembaga. Sejalan dengan itu, kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat tumbuh lebih baik meski masih terkontraksi sebesar -2,85% (yoy

Penyaluran Kredit Triwulan III 2023 Tumbuh Meningkat Dibandingkan Triwulan Sebelumnya. Kinerja penyaluran kredit pada triwulan III 2023 tumbuh 1,72% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 0,49% (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan yang lebih tinggi didorong oleh akselerasi pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi yang tumbuh lebih baik meski masih terkontraksi. Peningkatan kinerja kredit terutama bersumber dari sektor pertambangan yang tumbuh lebih baik seiring dengan telah diperolehnya kuota ekspor tembaga.

Kredit sektor perdagangan yang memiliki pangsa terbesar tetap tumbuh tinggi 7,86% (yoy) sejalan dengan terus membaiknya aktivitas ekonomi. Lebih lanjut, kondisi tersebut turut tercermin dari penyaluran kredit rumah tangga, khususnya KPR yang tetap tumbuh tinggi dan kredit multiguna yang tumbuh lebih baik. Sementara itu, penyaluran kredit UMKM terpantau tumbuh terakselerasi sebesar 6,21% (yoy).

Demikian juga dengan Perkembangan Sistem Pembayaran. Dipaparkan Berry, aliran uang kartal pada triwulan III 2023 (per September) tercatat mengalami net-inflow sebesar Rp1.351 Miliar sejalan dengan normalisasi aktivitas perekonomian masyarakat pasca periode HBKN dan peak season pariwisata.

Di sisi lain, penetrasi transaksi digital masyarakat NTB terpantau terus berlanjut. Nominal transaksi menggunakan kartu (APMK) tercatat tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hingga Juli 2023, QRIS mencatatkan penambahan 26.642 pengguna baru, dengan volume transaksi akumulatif selama tahun 2023 mencapai 3,01 Juta transaksi.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button