EkonomiHeadlineNews

Gili Balu Menyimpan Potensi Besar Gurita

Mataram (netlombok)-

Provinsi NTB memiliki potensi sebagai penghasil gurita. Potensi ini akan terus didukung untuk dikembangkan.

Potensi gurita ini terdapat di gugusan pulau di Kabupaten Sumbawa Barat, tepatnya di Gili (pulau) Balu, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim.,ST.,M.Si.

Dalam rangka mendukung potensi gurita ini menjadi sumber daya berkelanjutan, Pemprov NTB akan melaunching logo kawasan Gili Balu sebagai sentra penghasil gurita, pada tanggal 16 Desember 2023. Bersamaan dengan peringatan Hari Nusantara, dan kegiatan Jumat Salam Pemprov NTB.

“Kita (NTB/Gili Balu) termasuk dominan (penghasil gurita) karena (di Indonesia) kita memiliki ekosistem dan sumber daya di kita masih cukup bagus,” ujarnya.

Gurita adalah salah satu komoditas kelautan perikanan yang kedepan akan menjadi andalan bagi Nusa Tenggara Barat. Sebagai daerah potensial penghasil gurita, lanjut kepala dinas, masyarakat setempat didampingi oleh salah satu NGO untuk melakukan penangkapan yang sifatnya kebutuhan jangka panjang.

Gurita merupakan biota laut yang pertumbuhannya relatif cepat yaitu dua kali lipat setiap bulannya dan memiliki umur yang singkat. Di Indonesia, penangkapan gurita masih dilakukan secara tradisional dan intensif.

Di tingkat masyarakat, pengelolaan perikanan gurita juga sangat penting agar kegiatan ini bisa berkelanjutan tidak hanya untuk mensejahterakan nelayan gurita tapi juga untuk menjaga habitat gurita yaitu ekosistem terumbu karang.

Kegiatan perikanan gurita hampir tersebar diseluruh wilayah perairan Indonesia. Gurita termasuk komoditas perikanan yang memiliki nilai yang tinggi baik nilai nutrisi maupun nilai jualnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat penangkapan dan ekspor gurita naik tajam. Negara tujuan ekspor adalah China, Italia dan Amerika Serikat.

Secara nasional, produksi gurita mencapai 10.800 ton/tahun (data tahun 2021). Sementara di NTB, produksinya hanya 46 ton dari total potensi 493 ton/tahun. Gurita adalah biota laut yang hidup dan berkembang di karang-karang. Artinya, dengan melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap potensi gurita ini, sama halnya menyelamatkan habitatnya, terumbu karang. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Gurita banyak ditangkap oleh nelayan tradisional dan skala kecil dengan menggunakan alat pancing yang ramah lingkungan. Gurita hidup di terumbu karang, sehingga ketersediaannya sangat tergantung pada kondisi ekosistem laut.

Beberapa informasi tentang nilai ekonomis gurita di Indonesia diantaranya,  harga gurita di pasar ekspor berkisar antara USD 5-6/kg1. Di tingkat nelayan berkisar antara Rp 30.000/Kg hingga Rp 35.000/Kg.

Indonesia termasuk 10 besar eksportir gurita global dan menjadi eksportir terbesar di Asia Tenggara. Karena gurita merupakan sumber daya perikanan yang penting bagi masyarakat pesisir di berbagai daerah di Indonesia, seperti Maluku, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara. Gurita juga memiliki manfaat ekologis sebagai indikator kesehatan terumbu karang dan sebagai sumber makanan bagi hewan laut lainnya.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button