Headline

Enam Parpol Datangi Polda NTB Terkait Pemilu di Kecamatan Sekotong

Mataram (netlombok)-

Enam partai politik (parpol) mendatangi Polda NTB pada Senin malam, 26 Februari 2024, pukul 20:50 wita. Kelima parpol yang datang diantaranya ada Demokrat, PAN, PPP, PKS, Gerindra dan PKB. Maksud kedatangan para ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hanya untuk bersilatuhrahmi tentang kondisi dan keadaan di Kecamatan Sekotong.

Belakangan ini ramai persoalan suara caleg-caleg di Kecamatan Sekotong yang disoroti oleh para pimpinan partai politik. Lantaran dugaan adanya kecurangan yang terjadi diwilayah itu. Tentunya dalam hal ini demokrasi harus berjalan sesuai dengan apa yang di harapakan oleh semua masyarakat. Artinya berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal seperti dugaan tersebut.

“Pertama silaturahmi dan menyampaikan kondisi-kondisi yang ada di Sekotong, tentu di perkuat argumentasinya oleh teman-teman yang menabulasi data. Karenanya ini perlu di sampaikan keadaan-keadaan ini ke polda,” ujar Ketua DPW Gerindra Lalu Pathul Bahri.

Kehadiran para pimpinan partai di Polda NTB, untuk genarasi-genarasi kedepan di 10 atau 20 tahun kedepan. Karena jika terus terjadi seperti ini (dugaan kecurangan selama pemilu) tentunya akan menjadi apa nantinya. Padahal, asas demokrasi ini tidak bisa di pangkas begitu saja. Maka dari itu di antisipasi agar dari seluruh partai politik tidak ada kejadian seperti sekarang.

“Kalau PSU sudah lewat, secara regulasi. Tentu ini harus dihitung ulang mulai dari tingkat TPS, surat suaranya harus di buka. Penyelenggara (yang di laporkan, red) yang ada di kecamatan itu,” tegasnya.

Sedangkan, tanggapan polda NTB terkait dengan kedatangan para pimpinan parpol tentang persoalan yang tengah ramai ini. Dari pihak polda NTB tentu berbicara dari sisi pengamanan. Dimana TNI/Polri bertugas dan tangggungjawab menjaga negara kesatuan dan menjaga keamanannya.

Lantaran adanya dugaan kecurangan tersebut belum bisa disebut sebagai pidana pemilu. Namun saat ini masih dalam proses dan sedang jalan. Pada esok hari akan dilaporkan ke KPU maupun Bawaslu. Sedangkan, atas kejadian ini analisanya berdampak pada kestabilisasi daerah nantinya.

“Itu sebabnya kita sampaikan kesini, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Maka untuk bagaimana sinergitas kolaborasi partai partai ini juga, bersama aparat penegak hukum. Sehingga keamanan itu terjamin. Itu tujuan kita hadir,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) Indra Jaya Usman mengatakan, situasi di Sekotong jika dilihat dari DPT (daftar pemilih tetap) sekitar 48.511. Pengguna hak pilih ini sekitar 48.400 lebih. Namun aada satu partai yang mendapatkan suara sebanyak 47 ribu lebih atau sekitar 99,9 persen, dari total semua DPT. Pada DPT itu tidak ada orang yang meninggal, tidak ada orang yang tidak memilih, di luar daerah ataupun di luar negeri. Tidak ada suara batal, artinya ini sangat sungguh bukan mencurigakan lagi.

“Saya kira sudah sangat jelas jelas clear and clean. Menurut saya kecurangannya sudah jelas sekali,” ujarnya.

Dikatakan yang hadir pada malam ini partai besar seluruhnya. Menurut Iju sapaan akrabnya, partai ini sudah memiliki konsituen yang sudah mendarah daging di Sekotong ini dan tidak mungkin partai-partai lain mendapatkan nol dalam hasil PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). “Demokrat di posisi tiga dan itu pun 261 suara, selain itu di bawah 100, saya kira ada yang dapat nol. Ini saya kira saya tidak menggunakan kata curiga lagi. Tapi sudah jelas sekali, kita tidak perlu menafsir lagi,” terangnya.

Iju ingin penyelenggara, baik KPU atau Bawaslu bertanggungjawab soal hal ini. “Ya jelas itu (pencurian suara,red) saya bilang sudah tidak menggunakan kata tafsir lagi. Sudah jelas itu (curang, red),” ucapnya.

Jika nantinya memang kedapatan dugaan kecurangan tersebut, para pimpinan partai politik telah mengambil langkah agar tidak terjadi hal itu di tengah-tengah kondisi seperti sekarang.

“Ya di pleno PPK, dan saya kira banyak. Mulai dari ditingkat TPS, mulai saat pemungutan suara, penghitungan suara sampai dengan tingkat rekapitulasi di BPK,” katanya.

Tentu pihaknya nanti juga akan membuat laporan terkait hal ini. Pasala se Indonesian tidak ada kejadian seperti ini, tidak ada satu partai yang mendapatkan 99,9 persen. Walaupun dalam posisi partai sangat dominan didaerah itu.

Ditambahkan, Ketua PKS NTB, H Yekb Agil mengakatan, apa yang dilalukan ini sebagai pertanggungjawaban partai politik, terhadap kepercayaan yang diberikan oleh rakyat kepada partai, dan pada caleg meraka Seperti di ketahui bahwa ada keluarga partai caleg dari Demokrat mengaku merasa dirugikan karena sudah merass mencoblos partai tersebut tapi ternyata tidak ada suaranya.

“Saya dapat info juga bahwa ada satu caleg parpol dia berasal dari Sekotong, tapi TPS nya nol suaranya. Masa sebagai caleg dia ngga tusuk dirinya, demikian dengan istrinya anaknya. Demikian kedatang kami untuk menjaga apa yang menjadi kepercayaan masyarakat betul betul kami kawal,” imbuhnya. (MYG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button