Pemprov Minta : Pengusaha Menunggu Kepastian Jadwal Kapal di Pelabuhan Calabai
Mataram (netlombok)-
Pengiriman beberapa komoditi yang ada di Dompu saat ini masih melalui Pelabuhan Badas Sumbawa dan pelabuhan Bima. Karena pelabuhan Calabai belum optimal operasionalnya. Sehingga para pelaku usaha di Dompu masih menunggu jadwal keberangkatan kapal agar lebih memudahkan mereka untuk mengirim ke buyer di luar daerah.
Pelabuhan tersebut diharapkan bisa menjadi jalur penyeberangan langsung dari Dompu ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk pengiriman komoditi. Seperti kopi, minyak kayu putih, hingga gula di sekitar wilayah Dompu ke beberapa daerah.
“Jadi kami berharap dari Kementerian Perhubungan atau Dinas Perhubungan menyampaikan ke masyarakat secara luas, jadwal kapalnya. Supaya pelaku usaha kita tidak bingung cari jadwal, itu yang harus pasti dulu, terinfo dulu ke pelaku usaha kita,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Rabu (28/2/2024).
Jika belum ada jadwal di rilis secara luas, para pelaku usaha kesulitan untuk bisa pengiriman barang mereka ke daerah tujuan. Dengan sudah adanya jadwal kapal penyeberangan akan berangkat kapan jam berapa, maka memudahkan mereka memperkirakan barang tersebut sampai ke buyer dengan jangka waktu berapa lama.
“Memang komoditi kita tertentu jadwal panennya. Kalau sudah ada rilis, pelaku usaha bisa menyesuaikan, karena ini terkait dengan janjinya dengan buyer mereka yang memesan,” terangnya.
Maka dari itu, sosialisasinya diharapkan lebih di masifkan lagi kapan jadwal tol laut tersebut berjalan di pelabuhan Calabai. Sebelumnya, pelabuhan Calabai ini dimaksudkan untuk mengangkut gula dari PT SMS. Namun melihat, banyaknya komoditi-komoditi lainnya, sehingga diperuntukkan juga bagi pelaku usaha lainnya.
“Karena mereka (para pelaku usaha,red) akan ke Sumbawa atau ke Bima itu jauh. Kalau mereka memiliki pelabuhan itu lebih murah dan memudahkan. Sekarang masih melalui Badas dan Bima,” ujarnya.
Sebelumnya, Disdag NTB bersama pihak terkait melakukan pertemuan di Bali membahas masuknya Pelabuhan Calabai Dompu dalam agenda tol laut P13. Selama ini pengiriman yang dilakukan oleh distributor dari Dompu diakui membutuhkan waktu berjam-jam untuk bisa mencapai ke Bima ataupun Sumbawa. Sehingga mereka harus mengeluarkan biaya lebih banyak lagi. Dengan adanya subsidi tol laut ini pengusaha yang ada di sana bisa lebih ringan menjual komoditinya.
“Selain itu, rutenya diperbaiki. Komoditi pulau Sumbawa ini ada jagung, bawang, kopi, minyak kayu putih. Itu bisa dikirim keluar melalui pelabuhan Calabai,” jelasnya. (Myg)



