
Lombok Utara (Netlombok)– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka setempat untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret Bawaslu KLU dalam merangkul generasi muda, khususnya anggota Pramuka, agar memiliki peran aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil di Indonesia, khususnya di wilayah Lombok Utara.”Kerja sama ini bertujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan sejak dini kepada pemilih pemula,” ujar Ketua Bawaslu Lombok Utara, Deni Hartawan.
Menurutnya, anggota Pramuka memiliki peran penting karena merupakan bagian dari pemilih pemula yang wajib memahami seluk-beluk serta proses pelaksanaan pemilu. “Melalui Saka Adhyasta Pemilu, kami ingin menanamkan nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab sejak dini. Pramuka dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal pemilu yang jujur dan adil,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembentukan Saka Adhyasta Pemilu merupakan wadah resmi bagi anggota Pramuka untuk belajar secara mendalam tentang mekanisme pemilu, etika pengawasan, hingga pentingnya pengawasan partisipatif. “Pelatihan ini diharapkan dapat mencetak kader pengawas yang andal dan berintegritas,” katanya.
Kerja sama antara Bawaslu KLU dan Kwarcab Pramuka KLU ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi menjadi fondasi kuat untuk mendorong generasi muda agar lebih aktif dan tidak pasif dalam mengawal pesta demokrasi. Ia menekankan pemahaman terhadap proses demokrasi adalah bentuk dari semangat cinta tanah air dan tanggung jawab kewarganegaraan.
“Dengan memahami alur pemilu dan pengawasan, Pramuka diharapkan mampu menolak dan melaporkan segala bentuk pelanggaran atau praktik politik uang yang berpotensi mencederai integritas pemilu,” terangnya.
Melalui program Saka Adhyasta Pemilu ini, Bawaslu KLU berharap Kabupaten Lombok Utara akan memiliki basis pengawas partisipatif yang kuat dari kalangan pemuda. Keberadaan Saka Adhyasta Pemilu ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan pembelajaran yang menyebarkan pemahaman tentang nilai-nilai pemilu yang berintegritas kepada lingkungan sekitarnya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat nasionalisme anggota Pramuka melalui kontribusi nyata dalam menjaga proses demokrasi di daerah,” pungkasnya. (RHS)



