News

Miris, Korban Lakalantas di NTB Sebagian Besar Usia Pelajar

Lombok (netlombok)-

Miris melihat data kecelakaan lalu lintas di Jasa Raharja NTB. Hampir separuhnya angka kecelakaan yang terjadi tahun 2022 adalah korban usia pelajar.

Kepala Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Barat Emil Feriansyah Latief  di Mataram, Selasa, 31 Januari 2023 menjelaskan persentase pelajar dengan usia 6-24 tahun mendominasi angka kecelakaan sampai 45 persen. atau sebanyak 732 korban.

Kecelakaan lakalantas kelompok usia balita sebanyak 41 korban atau 3 persen. sementara  kelompok usia produktif 25-55 tahun sebesar 37 persen, atau sebanyak 606 korban. Untuk lansia, diatas 55 tahun, total sebanyak 247 korban atau 15 persen.

Melihat data ini, Emil mengatakan, sangat miris, usia yang mendominasi kecelakaan di jalan raya adalah usia-usia yang sangat produktif. Padahal, usia-usia ini yang diharapkan akan menjadi tongkat estafet pembangunan.

Ditambahkan, berbagai upaya sudah dilakukan oleh Jasa Raharja bersama stakeholdersnya terkait. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat untuk pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pembuatan red spot, pelatihan safety riding, pelatihan penanganan gawat darurat, sosialisasi keselamatan lalu lintas di sekolah, sarana umum dan berbagai media publikasi, serta pendistribusian sarana pencegahan kecelakaan kepada mitra kerja strategis.

Menurutnya, perlindungan terbaik yang diberikan Jasa Raharja merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati, melalui langkah-langkah strategis dan program-program edukasi untuk mencegah atau menurunkan kecelakaan maupun upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melunasi kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor dimana dialamnya sudah termasuk sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

“Tapi kenapa kok masih tinggi angka kecelakaannya. Edukasi kita sudah lakukan bersama ke sekolah-sekolah. Tapi nampaknya hanya sadar sesaat. Siapa mau kita salahkan, siswa yang menggunakan kendaraan ke sekolah, orang tua yang memberikan kendaraan kepada anaknya sebelum waktunya. Atau pihak sekolah soal kebijakan menggunakan kendaraan sendiri ke sekolah.kan tidak bisa mau salahkan siapa,” kata Emil.

Jasa Raharja juga intens berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Salah satu alternative untuk memecahkan permasalah ini adalah penyediaan angkutan sekolah. Sepanjang, pemerintah provinsi, kabupaten/kota menyiapkan programnya.

“Karena sayang, kalau generasi-generasi emas kita meninggal sia – sia di jalan raya karena kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Selain itu, kesadaran masyarakat juga harus terus ditingkatkan. Karena kecelakaan lalu lintas dominasi karena kurangnya disiplin berlalu lintas, dan tidak taat menggunakan alat-alat keselamatan berkendara saat ke jalan raya.

“50 persen kecelakaan fatal terjadi karena tidak menggunakan helm. Ini menjadi PR kita bersama untuk terus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat pentingnya taat berlalu lintas,” demikian Emil.(001)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button