KUR Mengucur Rp6,9 Triliun di NTB
Lombok (netlombok)-
Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Nusa Tenggara Barat tahun 2022 cukup besar, mencapai Rp6,9 triliun.
Berdasarkan data rekapan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Sebelas bank lembaga keuangan ini adalah BRI, Mandiri, BNI, BPD Bali, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Sinar Mas, Bank Tabungan Negara, BCA, 990 (UMi), PT. Pegadaian Syariah, Nobu Bank, Penj-Ditjen PPR-Kemenkeu.
KUR yang disalurkan terdiri dari KUR Super Mikro sebesar Rp338.165.409.000 kepada sebanyak 30.661 debitur. KUR Mikro sebesar Rp4.395.712.827.476 kepada 129.213 debitur. KUR Kecil sebesar Rp2.130.373.954.597 kepada 9.426 debitur.
KUR Ultra Mikro sebesar Rp127.735.287.963 kepada 33.299 debitur. Dan KUR PMI/TKI sebesar Rp1.050.000.000 kepada 42 debitur. Sehingga total keseluruhan penyaluran menjadi Rp6.993.037.479.036 kepada 202.641 debitur.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Masyihuri melalui Kepala Bidang FPSP, Juita Maya memaparkan, ada 12 sektor usaha di NTB yang dibiayai melaui KUR. Diantaranya, Pertanian Perkebunan dan Kehutanan senilai Rp2.913.014.421.397 kepada 87 debitur. Perikanan sebesar Rp87.892.581.683 kepada 1.965 debitur.
Pertambangan dan Penggalian sebesar Rp1.735.000.000 kepada 10 debitur. Industri Pengolahan sebesar Rp339.146.200.000 kepada 8.074 debitur. Konstruksi sebesar Rp2.873.000.000 kepada 19 debitur. Perdagangan Besar dan EceranRp3.136.696.875.956 kepada 96.588 debitur.
Selanjutnya Penyedia Akomodasi dan Penyedia Makanan Rp154.130.400.000 kepada 1.579 debitur. Transportasi Pergudangan dan Komunikasi sebesar Rp54.309.100.000 kepada 690 debitur. Real Estate Usaha Persewaan dan Jasa Rp27.709.000.000 kepada 288 debitur.
Jasa Pendidikan Rp1.799.500.000 kepada 18 debitur. Kasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar Rp14.257.195.000 kepada 115 debitur. Jasa Kemasyarakatan Sosial Budaya dan Hiburan Rp259.474.205.000 kepada 6.281 debitur.
Juita mengatakan penyaluran KUR tahun 2023 ini akan disalurkan berdasarkan klaster. Misalnya kalster pertanian, peternakan, perikanan, dan lainnya. Penyaluran KUR akan dibuka kembali dalam waktu dekat. Agar lebih banyak masyarakat mengakses KUR, sosialisasi akan dilakukan secara massif melibatkan multi stakeholders.
“Ada dua kabupaten kota yang serapan KURnya rendah tahun lalu, yaitu Kota Bima, dan Kabupaten Lombok Utara. Sosialisasi akan dimassifkan kepada dua kabupaten / kota ini. Para pendamping KUR akan bergerak lebih massif agar makin banyak masyarakat yang mengakses KUR,” terangnya.
Tahun 2023 ditargetkan minimal 100.000 debitur KUR, karena pemerintah melakukan pengurangan alokasi KUR. Bunga KUR adalah 3 persen untuk UMKM yang pertama kali mendapatkan pinjaman KUR, 6 persen untuk pinjaman KUR kedua kali, dan 9 persen untuk pinjaman ketiga.(DLN)



