Peluang Bekerja Bagi Tenaga Kesehatan di Jepang dan Jerman Dibuka

Lombok (netlombok)-
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat melakukan sosialisasi terkait dengan peluang kerja sektor kesehatan ke Negara Jepang dan Jerman.
Pengumuman pendaftaran tenaga kerja ke Jerman telah dipublish secara serentak melalui website bp2mi.go.id sejak tanggal 10 Februari 2023.
Sementara untuk pendaftaran ke Jepang juga telah di publish secara serentak melalui website bp2mi.go.id sejak tanggal 15 Februari 2023 lalu.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB Mangiring Hasoloan Sinaga mengatakan, tenaga kesehatan dari Indonesia sangat diminati di luar negeri.
Khusunya ke negara Jepang dan Jerman.Dengan kuota yang disiapkan untuk penempatan ke Jepang tahun 2023 sebanyak 30 orang untuk tenaga perawat. Dan 300 orang untuk careworker (perawat lansia).
Sementara untuk ke Jerman, kuota setiap tahunnya lebih dari 300 orang. Dengan persyaratan minimal lulusan D3/S1 Perawat untuk jabatan nurse. Dan D3/S1 non keperawatan untuk jabatan careworker, serta wajib memiliki STR untuk jabatan nurse.
Namun ada yang peluang menarik khusus untuk jabatan Careworker di Jepang, papar Naga.Terbuka untuk D3 non keperawatan dengan syarat memiliki sertifikat pelatihan careworker.
Untuk detail persyaratannya dapat di cek melalui website bp2mi.go.id/GtoG jerman serta bp2mi.go.id/GtoG Jepang.
“Waktu pendaftaran program ini cukup panjang, mudah, dan biaya penempatan yang murah kami harap menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perawat di Nusa Tenggara Barat. Bekerja ke Luar Negeri sebagai tenaga professional merupakan salah satu cara untuk mengembangkan skill yang bermanfaat bagi diri sendiri dan negara,” katanya.
Ditambahkan, kesempatannya sangat terbuka. Tidak hanya untuk lulusan perawat namun lulusan D3/S1 umum pun bisa mengikuti program ini.
“Kami juga sedang membuka kelas pelatihan bahasa secara gratis kerjasama Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI) dengan BPVP Lombok timur yang telah berjalan sejak tahun lalu, masyarakat Nusa tenggara Barat dapat mengikuti pelatihan bahasa sebagai salahsatu syarat untuk mendaftar program ini. Pelatihan bahasanya kami fasilitasi, pendaftarannya G to G nya pun kami fasilitasi,” ungkap Naga.
Syarat untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang adalah minimal lulusan D3/S1 Keperawatan/non keperawatan usia maximal 33 tahun. Sementara syarat untuk mengikuti pelatihan bahasa Korea ini minimal lulusan SMK/SMA, usia maksimal 37 tahun. Pendaftaran pelatihan dapat dilakukan secara online melalui link bit.ly/bp3mintb.(DLN)



