Kepala BWS NT I Optimis Pembangunan Bendungan Meninting Selesai 2024
Lombok (netlombok)-
Bendungan Meninting yang berada di wilayah Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat ditargetkan akan rampung pembangunannya pada pertengahan 2024 mendatang. Dengan rampungnya membangunan bendungan Meninting memberikan kemanfaatan bagi masyarakat NTB, terutama di sekitar bendungan. Apalagi bendungan ini di desain sebagai bakal menjadi objek wisata lokal.
Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Tampang.,ST.,MT di Mataram, Selasa (9/5/2023) kemarin mengatakan, progres pembangunan fisik bendungan Meninting total keseluruhannya sudah mencapai 51,291 persen.
Pembangunan terdiri dari dua paket, yakni paket satu dikerjakan oleh PT. Utama Karya yang mengerjakan bendungan utama dan fasilitas lain. Paket kedua di kerjakan PT Nindia Karya dengan item dikerjaan paling utamanya adalah bangunan pelimpahan serta fasilitas umum yang lainnya.
“Kemudian bendungan meninting ini di targetkan selesai di bulan Juni 2024. Kurang lebih setahun lagi, data teknisnya menampung kurang 12 juta m³ air,” jelas Tampang.
Pada tahun 2023 ini targetnya pembangunan pelimpahan bendungan selesai. Bangunan pelimpah ini dijelaskan, berfungsi ketika banjir datang, maka akan otomatis air bendungan melimpah sendiri dan membuang air masuk ke sungai di hilir. Bangunan pelimpahan dengan lebar puncak +196,00 m, lebar 35,00 m, panjang sal. transisi 10,00 m dan panjang peluncur 321,80 m.
“Perkerjaan kecil-kecil juga sudah selesai (Bendungan Meninting, red). Namun secara umum semua belum 100 persen, kecuali yang saya sampaikan yang pelimpihan itu selesai,” terangnya.
Dikatakan, hingga kini dalam pembangunan Bendungan Meninting diakuinya tidak ada hambatan. Bahkan sesuai target, namun beberapa waktu lalu ada sedikit hambatan. Tetapi tidak besar dan bisa diselesaikan.
“Ada hambatan mengenai tanah wakaf untuk masjid, itu ada masjid yang kita pindahkan. Tapi alhamdulillah bantuan dengan pemerintah setempat juga oleh Kanwil Kementerian Agama jadi sudah tidak menjadi hambatan,” ucapnya.
Sekarang ini yang menjadi hambatan di pekerjaan timbunan bendungan utama karena hujan yang tidak bisa diprediksi. Tampang menambahkan, bendungan utama yang bangunan jika sudah rampung akan mampu menampung 12 ribu m³ air, dengan luas genangan 53,60 ha, tinggi bendungan 79 m, panjang 418 m, dan lebar puncak 15 m.
“Hambatannya di pekerjaan timbunan itu saja, walaupun prediksi sebelumnya oleh BMKG atau BRIN sebetulnya sejak Maret memasuki musim kemarau. Tapi faktanya masih hujan dan banjir,” jelasnya.
Meskipun cuaca seperti ini, BWS tetap optimis, selesai di awal tahun 2024 paling tidak di Juni 2024. Karena manfaat dari Bendungan Meninting ini akan dirasakan banyak masyarakat di NTB. Maka dari pengerjaannya dikebut agar bisa selesai sesuai target waktu yang ada.
“Terkait dengan manfaatnya, pertama sebagai pengendali banjir, khususnya sungai meninting. Kedua untuk daerah irigasi kurang 1500 an hektar kemudian untuk air baku minum kurang lebih 150 liter kubik, dan untuk pariwisata. Paling tidak objek wisata lokal,” bebernya.
Selain itu, akan ada galeri bendungan yang nantinya bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
“Gelery itu nanti isinya di dalam itu ya antara lain budaya budaya Sasak dan lain sebagainya. Harapannya, nanti cucu kita begitu jalan-jalan ke bendungan Meninting, dia bisa tau sedikit sejarahnya,” pungkasnya. (DLN)



