News

Hendak Jenguk Orang Sakit, Satu Keluarga Malah Tewas Akibat Tertabrak Kereta Api

Jombang (netlombok) –

Sebuah kecelakaan maut menimpa satu keluarga. Enam orang meregang nyawa sekaligus, dua orang kritis akibat tertabrak kereta api.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (29/7/2023) pukul 23.14 WIB di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sebuah mobil keluarga berisi delapan penumpang yang hendak melintasi jalan rel kereta api tertabrak Kereta Api Dhoho di pelintasan tak berpalang pintu kabupaten Jombang. Dikutip dari Kompas.com, Senin (31/07/2023), keterangan keluarga korban kerabarat korban, Puji Santoso mengungkapkan, rombongan sedianya hendak menjenguk keluarga yang sakit di Kediri, Jawa Timur.

“(Korban) Keluarga semua. Mau bertemu keluarga yang sakit. Ke sini mau mengurus kepulangan (para korban meninggal), rumahnya beda-beda mau dimakamkan,” bebernya.

Kerabat lainnya, Neneng Rahayu menuturkan, rombongan keluarganya berangkat dari Balongbendo, Sidoarjo menuju Purwosari, Kabupaten Kediri.

“Rombongan dari Balongbendo, mau ke Kediri. Ke sana karena keluarga besarnya di sana, pak de-pak de ada di sana,” katanya.

Sementara Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Anang Setyanto mengemukakan, mobil Daihatsu Luxio tersebut berpenumpang delapan orang yang merupakan satu keluarga. Mobil dikemudikan oleh Wahyu Kuspoyo (42), warga Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Mulanya mobil melaju dari utara dan melintasi rel kereta tak berpalang pintu di Dusun Gondekan. Sekitar pukul 23.14 WIB, tiba-tiba melintas KA Dhoho relasi Surabaya-Kertosono dari arah timur. Dia mengatakan sejumlah orang sudah mengingatkan pengendara mobil tersebut.

“Sebenarnya sudah diteriaki sama orang-orang. Sudah diberi tahu kalau ada kereta tapi enggak tahu, entah tidak mendengar atau apa, mobil terus maju, mobil sempat terseret sekitar 100 meter. Terus masuk ke sawah (jatuh di sebelah utara rel,” katanya.

Dalam kejadian tersebut enam orang meninggal dan dua mengalami luka serius. Mereka yang meninggal dunia adalah Wahyu Kuspoyo (42), Sutria Mingsih (38), Sumiyowati (60), Alinsya Mareta Mingkana (16). Kemudian Az Zahra Rohima Khoirunnisa (13) dan Adelia (19), warga Nganjuk. Sedangkan penumpang yang mengalami luka berat adalah Fikri (22) dan Arimbi (11).

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang Muhammad Fahmi mengungkapkan, para korban dibawa ke RSUD Jombang pada Minggu (30/7/2023) dini hari. Kedua korban yang dirawat, katanya, mengalami gejala gegar otak sedang.

“Yang pertama atas nama Arimbi, kemudian yang kedua laki-laki Fikri. Fikri ini ada gejala gegar orang sedang sama patah di tulang selangka,” ungkapnya. (MDE)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button