Kabupaten Sumbawa jadi Daerah dengan Laju Peningkatan Penduduk Lansia Tertinggi di NTB
Mataram (netlombok)-
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan terjadinya peningkatan yang signifikan bagi penduduk lanjut usia.
Jumlah penduduk Nusa Tenggara Barat hingga tahun 2050 akan mengalami penurunan terus menerus. Total populasinya diperkiarakan akan mencapai 7,54 juta jiwa pada saat itu.

Proyeksi ini didasari hasil Sensus Penduduk tahun 2020. Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM pada kegiatan ekspose Proyeksi Penduduk Hasil SP2020 yang melibatkan multi stakeholders di Mataram, Rabu (26/7/2023) menyampaikan, berdasarkan proyeksi, populasi penduduk di Nusa Tenggara Barat pada 2020, 2035, dan 2050 akan mengalami penurunan.
Berdasarkan scenario jumlah penduduk dan laju pertumbuhan penduduk, tahun 2020 jumlah populasi penduduk NTB mencapai 5,3 juta jiwa. Tahun 2025 akan menjadi 5,7 juta jiwa. Kemudian tahun 2030 akan menjadi 6,14 juta jiwa atau tumbuh hanya 1,39 persen.
Tahun 2035 akan menjadi 5,53 juta jiwa atau tumbuh 1,23 persen. 2040 akan menjadi 6,8 juta jiwa dan tumbuh 1,09 persen. Tahun 2045 menjadi 7,2 juta jiwa atau tumbuh 0,97 persen. Dan tahun 2050 akan tumbuh populasi penduduk NTB menjadi 7,5 juta jiwa atau 0,83 persen.
“Meskipun jumlah penduduk terus meningkat hingga tahun 2050, namun laju pertumbuhan penduduk terus menurun ,” terangnya.
Diproyeksikan, pada tahun 2050 nanti, pertumbuhan populasi penduduk NTB berada pada urutan 12 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Berdasarkan proyeksi Total Fertility Rate (TFR), pada tahun 2020, rata rata satu perempuan di NTB melahirkan 2,43 anak. Pada tahun 2050 nanti, diproyeksikan 1 orang perempuan akan melahirkan 2,16 orang anak rata rata.
Saat ini, Kota Mataram menjadi kota yang tingkat pengendalian penduduknya sangat terkendali. Dimana pada tahun 2025, 1 orang perempuan melahirkan 2,1 anak. Diatasnya menyusul tingkat pengendalian populasi penduduk adalah Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Lombok Utara, Lombok Timur, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa Barat dan tertinggi pertumbuhan penduduknya adalah Kabupaten Dompu.
Proyeksi jumlah penduduk berdasarkan kabupaten/kota di NTB hingga tahun 2050 nanti, Kabupaten Lombok Timur akan mengalami pertumbuhan penduduk tertinggi. Disusul Kabupaten Lombok Tengah. Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Kota Mataram, Lombok Utara, Kabupaten Dompu, Kota Bima, dan terendah adalah Kabupaten Sumbawa Barat.
Lanjut menurut pemarapan Wahyudin, persentase penduduk lanjut usia di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 naik menjadi 9,69 persen, tahun 2030 menjadi 11,41 persen, dan tahun 2050 naik menjadi 13,39 persen.
Kabupaten kota dengan persentase pertumbuhan lansia tertinggi pada tahun 2025 adalah adalah Kabupaten Bima 10,77 persen. Kabupaten Sumbawa sebesar 11,53 persen. Disusul Kota Mataram 10,50 persen. Kota Bima 10,21 persen. Kabupaten Dompu 9,91 persen. Lombok Tengah 9,66 Persen. Disusul Lombok Barat 8,93 persen. Sumbawa Barat 8,92 persen. Lombok Utara 8,70 persen. Lombok Timur 8,93 persen.
Sementara itu, daerah yang akan mulai bonus demografi atau berakhir bonus demografinya juga dirinci. Lombok Barat dan Lombok Tengah, Lombok Utara dan Kota Mataram masih berlangsung hingga 2035.
Sementara bomnus demografi di Kota Bima akan dimulai tahun 2032. Sumbawa Barat dimulai tahun 2028, Kota Bima akan berakhir tahun 2027. Kabupaten Dompu sudah berakhir tahun 2020. Kabupaten Sumbawa berakhir tahun 2032. Dan Kabupaten Lombok Timur dimulai tahun 2027. Bonus demografi diartikan sebagai kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif paling mendominasi.
“Berdasarkan proyeksi ini, bisa jadi rujukan menentukan kebijakan bagi pemerintah daerah,” demikian Wahyudin.(DLN)



