ASI Itu Ajaib, kata dr. Nurhandini
Mataram (netlombok)-
Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia diperingati setiap tanggal 1-7 agustus. Momentum ini hendaknya dijadikan oleh semua pihak sebagai moment tepat untuk mengingat kembali keajaiban air susu ibu yang diberikan kepada setiap bayi yang dilahirkan.
dr. Nurhandini Eka Dewi,S.pA menjelaskan, ASI selalu menjadi pilihan utama bagi bayi yang baru dilahirkan. Tumbuh kembang bayi yang lahir bergantung dari ASI yang dikonsumsinya. Untuk itu perlu banyak usaha yang dilakukan agar orang tua sadar tentang tumbuh kembang anaknya melalui ASI.
Menurutnya, Allah SWT juga memperlihatkan kekuasaanya melalui ASI yang dimiliki kaum Ibu. Setiap ASI yang keluar dari Ibu sudah disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh anak.
“ASI memang yang terbaik, setiap ASI yang keluar dari Ibu disesuaikan dengan kebutuhan anaknya. Seorang ibu yang melahirkan prematur komposisi ASInya akan berbeda dengan ibu yang melahirkan tidak prematur, itu kuasa Allah,” ujarnya.
“jadi kita ketahui bahwa bayi prematur itu membutuhkan lebih banyak lemak dari yang tidak prematur. Sementara yang lahir normal, komposisi lemaknya secara oromatis akan lebih rendah,” tambah dr Eka.
Keajaiban ASI ini kata dr Eka harus menjadi perhatian semua pihak terutama kalangan orang tua. Kebaikan ASI harus menjadi perioritas bagi setiap bayi yang lahir sehingga tumbuh kembangnya menjadi lebih baik karena semua kebutuhan pertumbuhan anak sudah tercukupi pada ASI.
dr Eka juga menyarankan kepada para ibu yang menjalani ASI ekslusif dapat menjadi pelopor pendukung ASI. Artinya dalam lingkungan keluarga, semua memiliki peranan dalam mendorong pemberian ASI ekslusif.
“jangan coba abaikan masalah ASI, dan untuk pasangan muda biasanya edukasi diberikan sejak hamil, ada kelas ibu, para dokter juga memberikan pemahaman. Ingat ini penting,” tegas Nurhandini Eka Dewi.
“satu lagi yang harus diingat, bahwa pintu masuk kedua adalah inisasi menyusu dini dimana satu jam kelahiran anak harus ditaruh didada ibunya untuk mengenalkan bahwa air pertama yang dikenal oleh bayi adalah air susu ibunya,” tutup mantan Kadis Kesehatan NTB ini.(DLN)



