Atasi Kekeringan, BWS NT I Salurkan Air Bersih Ke 11 Dusun di Desa Sekaroh Lombok Timur
Lombok Timur (Netlombok)-
Kekeringan yang melanda di beberapa wilayah di NTB cukup memperhatikan. Bahkan banyak masyarakat kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I menyalurkan 5 tangki atau setara 20 ribu liter air bersih ke Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur.
Penyaluran air bersih ini disebar pada 11 dusun di Desa Sekaroh yang kekurangan air bersih. Pasalnya untuk mendapatkan air bersih mereka harus membeli dengan harga Rp20 ribu satu tong besar dengan isi sekitar 200 liter. Artinya dalam 1 bulan masyarakat harus mengeluarkan dana untuk membeli air sebesar Rp600 ribu.
“Dari satu desa dengan 11 dusun yang betul-betul kekeringan kita lihat sama-sama masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Kami dapat informasi dari masyarakat mereka membeli air bersih dengan harga Rp20 ribu, jadi bisa dikalkulasikan per bulan butuh berapa,” ungkap Kepala BWS NT 1 Tampang, Sabtu (19/8/2023).
Untuk mengantisipasi kekeringan di wilayah tersebut, BWS NT 1 akan mengupayakan untuk membangun ABSAH atau penampung air hujan. Sehingga masyarakat dapat menampung air hujan dan bisa digunakan ketika dalam kondisi kekurangan air bersih.
“Nanti itu kita upayakan, mungkin tahun depan. Jadi kita minta pemerintah desa siapkan lahan, kita bangun ABSAH dan itu bisa dikelola masyarakat sekitar,” tuturnya.
Diharapkan dengan adanya penyaluran air bersih ini kepada masyarakat di desa Sekaroh Jerowaru Lombok Timur bisa membantu untuk kebutuhan minum dan memasak. Kendati, di dusun Sunut merupakan dusun berimbas cukup parah pada kekeringan. Pasalnya untuk membuat sumur bor saja, harus mengebor cukup dalam dan airnya payau.
“Sementara ini kita salurkan 5 tangki kurang lebih 20 meter kubik air, karena di dusun ini kurang lebih ada 154 KK, mungkin 500 an jiwa membutuhkan,” ujarnya.
Salah satu masyarakat, Ibu Endi mengaku selama ini dirinya dengan masyarakat sekitar untuk mendapatkan air bersih sulit. Sehingga mau tidak mau harus membeli dengan harga Rp20 ribu/tong besar. Bahkan setiap membeli air bersih menyesuaikan dengan kondisi keuangan masyarakat. Jika tidak ada dana, maka masyarakat tidakakan membeli.
“Kesusahan (cari air bersih) kadang-kadang satu tong itu nggak sampai satu hari, itu pakai masak, wudhu, mandi juga. Apalagi satu banyak orang, habis itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sunut Darmun mengatakan, jika musim kemarau masyarakat mulai kekurangan air bersih. Apalagi saat ini sudah memasuki beberapa musim kemarau, sehingga masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak.
“Jadi air yang untuk minum, itu masyarakat membeli dengan harga Rp300 ribu satu tangka, kalau pakai tong Rp20-25 ribu. Air ini sangat dibutuhkan masyarakat, jadi dengan datangnya air dari BWS NT 1 ini kami merasa bersyukur dan dampaknya sangat bagus untuk masyarakat,” tuturnya. (MYG)



