EkonomiHeadlineNews

Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasaran

Mataram (netlombok) –

Perum Bulog Wilayah NTB berkomitmen akan menjaga stabilitas harga beras di pasaran dengan menggelar operasi pasar hingga akhir tahun.

Komitment ini di sampaikan oleh Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, David Susanto, saat melakukan pemantauan harga di pasar Kebon Roek Ampenan, Kota Mataram, selasa (5/9/2023).  Pemantauan dilakukan bersama stackholder di lingkup Pemprov NTB dan Pemkot Matarm beserta TNI – Polri.

“Kita akan melakukan operasi pasar seterusnya, tidak ada batasan waktu,” tegas David.

Seperti diketahui harga di pasaran terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan tim harga beras sudah mencapai Rp14.000 perkilo untuk beras kualitas premium.

Salah satu pedagang pangan Hj. Masriah, mengaku tingginya harga beras terbantu dengan adanya beras Bulog yang di terima 1 ton dalam sekali datang. Menurutnya beras dari Bulog diburu langsung oleh para pembeli karna harganya lebih rendah Rp10.900 perkilo untuk beras kualitas medium.

David menambahkan, pengecer-pengecer tersebut dikirimi beras sebanyak 1 ton sekali kirim, dan pengiriman bisa dilakukan hingga 3 kali seminggu kepada pedagang mitra. Saat ini, jumlah pengecer per pasar antara 16 – 21 pengecer.

“Pada prinsipnya diseluruh pasar tersedia beras dan masyarakat tidak kesulitan membeli beras artinya pasokan lancar dan tersedia. Masalah harga naik adalah hal yang wajar karena memang bukan musim panen raya dan panen sedikit,” Jelas David.

SPHP yang di gelontorkan Perum Bulog NTB sehari di kabupaten/kota se Provinsi NTB sampai dengan 100 ton per hari. Sementara stok yang dimiliki Perum Bulog NTB saat ini sejumlah 38 ribu ton setara beras, dan aman sampai dengan musim panen tahun depan (2024).

Untuk Pasar Kebon Roek,  terdapat 20 pengecer yang dikirimi sebanyak 20 ton beras kualitas medium. Dijual oleh pengecer dengan  harga wajib HET Rp 10.900/Kg.

“Kita khususkan Pasar Kebon Roek ini hari Selasa dan hari Jumat. Rata-rata kita drop per pedagang itu 1 ton, harganya semua rata,” terangnya.

Masyarakat langsung dapat membeli beras SPHP ini ke pasar-pasar seperti pasar mandalika, pasar kebon roek, pasar pagesangan, pasar sindu, pasar ACC, pasar gerung, pasar renteng, pasar narmada, pasar sayang-sayang, pasar gunung sari, pasar-pasar lain di kabupaten/kota lombok timur sampai dengan bima juga sudah ada dan otlet-otlet RPK yang sudah ditunjuk oleh Perum Bulog NTB.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button