Mataram (netlombok)-
Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu, Ganefi,SH besarnya potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi ini untuk dikelola dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi lulusan perguruuan tinggi yang menganggur. Atau hanya mengandalkan adanya lowongan menjadi ASN yang belum tentu dibuka pemerintah setiap tahun.
Dalam satu tahun, ada ribuan, bahkan belasan ribu lulusan perguruan tinggi di NTB, lantas apakah mungkin seluruhnya diserap langsung oleh dunia kerja?Menurut Ratu Ganefi, lulusan perguruan tinggi sekarang tidak seharusnya menjadi ASN atau PNS. Karena melihat peluang untuk menjadi pegawai negeri tidak besar, bahkan masih banyak yang menganggur setelah lulus. Padahal mereka lulusan perguruan tinggi bisa menjadi wirausaha sukses. Sayangnya selama ini pola pikir kebanyakan lulusan perguruan tinggi setelah lulus kuliah mereka berfikir menjadi ASN atau PNS.
“Kami mencoba merubah pemikiran mereka bagaimana bisa mereka menjadi wirausaha baru, muda. Jangan diberikan dia seolah olah menjadi wirausaha itu sulit, tapi bagaimana kita mudahkan dia,” ungkap Ratu Ganefi.
Karena itu, salah satu program IWAPI adalah goes to campus. Bekerjasama dengan fakultas, atau perguruan tinggi. IWAPI goes to campus ini dilaksanakan untuk memberikan motivasi langsung kepada mahasiswa untuk merubah mindset (cara berfikir) agar memiliki keyakinan yang kuat menjadi pengusaha sukses.
Menurut mantan anggota DPD RI ini, untuk memulai usaha ini harus ada satu keberanian, komitmen, kejujuran dan paling utama adalah mereka mempunyai kreativitas dalam berusaha. Maksudnya adalah bagaimana berkreasi dalam menciptakan usahanya tersebut, kemudian barang yang ditawarkan lebih menarik dari produk lain.
“Contoh dia mau jualan pisang goreng dengan kreasi yang menarik, tidak hanya itu saja. Dan tentunya kita harapkan dia tidak hanya punya satu gerobak, tapi minimal mereka punya 5 gerobak, tentu ada kerjasama dengan teman-teman yang lain,” tuturnya.
Hal tersebut yang diharapkan pertama agar bagaimana anak-anak muda itu bagaimana mereka menjadi wirausaha baru. Kedua bagaimana anak-anak ini untuk berani mencoba berusaha dengan modal yang sangat minim. Meskipun belum memiliki modal besar, tetapi dengan modal kecil bisa menghasilkan keuntungan yang besar.
“Jualan hal-hal yang kecil yang dibutuhkan yang memang bermanfaat, tidak usah dulu punya toko, warung, resto. Kalaupun mereka ingin berkolaborasi maka mereka boleh buka warung yang lebih besar,” ucapnya.
Kemudian bagaimana mendorong mereka ini untuk berani berusaha. Artinya berani rugi dan menerima semua resiko usaha yang akan dihadapi kedepan, sehingga usaha mereka berjalan lancar dan konsisten.
“Ketika mereka mempunyai 50 persen keberanian, maka saya lah yang mendorong menjadi wirausaha baru,” demikian.
Berdasarkan data BPS jumlah angkatan kerja pada Februari 2023 sebanyak 2,87 juta orang mengalami peningkatan sebanyak 85,74 ribu orang dibanding Februari 2022. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2023 sebesar 3,73 persen, turun 0,20 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022. Jika dibandingkan dengan Februari 2021 mengalami penurunan 0,24 persen poin.
Penduduk yang bekerja pada Februari 2023 sebanyak 2,76 juta orang, meningkat sebanyak 88,02 ribu orang dari Februari 2022. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Jasa Pendidikan (2,44 persen poin), Transportasi dan Pergudangan (0,68 persen poin), dan Administrasi Pemerintahan (0,51 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian (3,17 persen poin), Industri Pengolahan (1,21 persen poin), dan Perdagangan Besar dan Eceran (0,92 persen poin). (DLN)



