EkonomiHeadlineNews

Pj. Gubernur Minta Masyarakat Jangan Khawatir, Stok Beras Cukup Hingga Musim Panen 2024

Mataram (netlombok) –

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs Haji Lalu Gita Ariadi, M. Si melakukan sidak ke gudang Bulog NTB di Dasan Cermen Kota Mataram untuk memastikan ketersediaan stok pangan terutama beras tercukupi dengan baik sampai tahun depan.

Sidak ini dilakukan Rabu (11/10/2023). Didampingi langsung Asisten II, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Aziz.,SH.,MH, dan disambut langsung Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, David Susanto beserta jajaran.

Miq Gita panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa stok pangan di NTB untuk saat ini tersedia hingga bulan Februari 2024 mendatang. Stok yang ada saat ini mencapai 24 ribu ton setara beras. Sehingga NTB memastikan untuk tidak memerlukan beras impor dengan mencukupinya dengan beras yang dimiliki.

Bahkan berbagai kebijakan-kebijakan dilakukan dalam mengendalikan inflasi sudah dilakukan seperti operasi pasar dan stabilisasi lainnya melalui Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam melakukan penetrasi harga dan stabilisasi gejolak dilapangan.

“Selain beras juga kita lihat gula di gudang Bulog disini tersedia. Sehingga saya pastikan ketersediaan dari segi stok aman kemudian kebijakan melalui penetrasi pasar terus kita lakukan. Jadi yang terpenting bagaimana ketersediaan aman sampai Februari 2024 dan keterjangkauan melalui operasi TPID bergerak. Itu terpenting,” ujar Mik Gita.

Selain itu, Miq Gita juga mengungkapkan bahwa jika terjadi gejolak harga sekecil apapun maka tretmen segera dilakukan dalam menstabilkan harga.

“Apabila terjadi gangguan distribusi akibat hal-hal yang tidak diinginkan seperti penimbunan dan lain sebagainya maka itu dilakukan pemantauan secara maksimal,” jelasnya.

Koordinasi antara TPID dengan berbagai pihak terkait terus ditingkatkan dalam memastikan ketercukupan bahan pangan masyarakat. Karenanya masyarakat diminta untuk tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras di NTB.

“Dari pantauan saya hari ini, alhamdulilah tersedia sampai dengan bulan Februari 2024 beras kita di gudang Bulog. Bahkan Januari mendatang kita sudah mulai panen karena ada beberapa petani kita yang mulai tanam padi pada bulan Oktober ini. Jadi untuk beras itu aman dalam lima bulan kedepan,” terangnya.

Sementara itu Pimwil BULOG NTB David Susanto menegaskan pihaknya akan melakukan berbagai langkah dalam memastikan stok pangan masyarakat terpenuhi.

Stok beras yang ada sebanyak 24 ribu ton ini akan dioptimalkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Operasi pasar bersama pemerintah provinsi dan kabupaten kota digencarkan dalam memudahkan masyarakat mendapatkan beras.

“Kita juga menyalurkan beras bantuan pangan ke Kelompok Penerima Manfaat serta beras SPHP,” imbuhnya.

Untuk dikethaui, sampai saat ini beras SPHP yang sudah tersalurkan kurang lebih 15 ribu ton. Beras SPHP ini disalurkan ke pasar tradisional, RPK dan toko-toko dalam mendekatkan masyarakat memperoleh beras.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Aziz, SH.,MH juga memastikan tetap menggelar operasi pangan murah sebanyak 17 kali. Menjual beras dan kebutuhan pangan lainnya dengan harga seperti harga ditingkat petani.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button