Mataram (Netlombok) –
Invasi besar-besaran yang dilakukan oleh Israel ke Palestina sudah mengakibatkan belasan ribu korban anak – anak, perempuan. Kehancuran Gaza telah mengundang reaksi dari masyarakat dunia, bahkan, caranya berempati adalah dengan menyalurkan bantuan dalam bentuk barang, hingga dana tunai.
Reaksi dan empati publik terhadap penderitaan warga Palestina sebagai korban perang juga dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat, pun lembaga-lembaga terkait untuk menggalang donasi dari masyarakat untuk kepentingan kemanusiaan di Palestina.
Maraknya kegiatan pengumpulan dana untuk palestina ini juga didukung oleh Dinas Sosial Provinsi NTB. Tanpa mengecualikan pengawasan untuk mengantisipasi adanya kelompok-kelompok, atau perorangan yang melakukan pengumpulan dana Palestina sebagai kedok.
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dr. H. Akhsanul Halik, MA di Mataram, Jumat (24/11/2023) menjelaskan, untuk penyaluran dana sosial khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat ataupun lembaga sosial ke Palestina, dapat menyalurkannya melalui pemerintah daerah setempat, baik di provinsi maupun kabupaten/kota yang sudah membentuk tim kecil.
Tim kecil ini kemudian akan mengarahkan untuk penyaluran dana kemanusian untuk Palestina melalui Baznas (Badan Amil Zakat Nasional). Atau bisa juga disalurkan langsung ke Baznas dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Selanjutnya, bagi pihak-pihak yang iingin menyalurkan dana kemanusian untuk Palestina tidak melalui Baznas, dapat juga melalui Yayasan Bulan Sabit Merah yang cukup aktif dan diakui oleh pemerintah.
“Dan kalau mau betul-betul dana yang dititipkan sampai ke Palestina, di beck up juga oleh pemerintah pusat, jalur resminya melalui Baznas,” imbuhnya.
Dr. AKA, panggilan akrabnya, menegaskan, pemerintah daerah juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengumpulan dana untuk Palestina dengan mengerahkan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Dinas Sosial.Termasuk oleh aparat juga melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya aktivitas pengumpulan dana untuk Palestina dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.
“Jangan sampai ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan-kepentingan yang tidak pada tempatnya. Kami juga berkomunikasi dengan kawan-kawan Densus 88 yang ada di NTB. Karena ada kemungkinan juga ada pihka-pihak yang menggunakan alasan untuk Palestina diindikasikan menyalurkan pengumpulan dananya untuk kepentingan terorisme. Kami komunikasi dengan Densus 88,” jelasnya.
Sejauh ini, lanjut kepala dinas, hasil pemantauan di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih berjalan sesuai rel. belum ditemukan adanya aktivitas pengumpulan dana untuk kemanusiaan di Palestina digunakan bagi kepentingan diluar itu.
“Dari pengamatan kami, pengumpulan dan penyaluran dana kemanusiaan di Nusa Tenggara Barat betul-betul untuk kepentingan kemanusiaan di Palestina. Selain disalurkan melalui Baznas, Bulan Sabit Merah, ada juga yang menyalurkan melalui ABADI (Amal Bhakti Dunia Islam) yang sudah ada komunikasi dengan kita,” tambahnya.
Dr. AKA terakhir menyampaikan, bila ada pihak-pihak atau kelompok yang melakukan pengumpulan dana untuk kemanusiaan di Palestina, dan terindikasi disalahgunakan, Dinas Sosial NTB mendorong masyarakat untuk melapor. Sanksinya, jelas akan diproses hukum.(MDE)



