Odong-odong di Mataram dan Lombok Barat Banjir Pesanan Saat Libur Sekolah
Mataram (netlombok)-
Odong-odong di Kota Mataram banjir pesanan pada momen libur sekolah tahun 2023 ini. Banyak keluarga dan anak-anak yang ingin menikmati waktu luang mereka dengan berbagai kegiatan rekreasi.
Odong-odong, sebagai salah satu bentuk hiburan yang populer di Indonesia, sering menjadi pilihan untuk mengangkut rombongan ke objek wisata atau sekadar berkeliling, di kampung maupun di dalam kota, hingga ke tempat-tempat rekreasi.
Penarik Odong-odong seperti Iwan, anggota Komunitas Mobil Odong-odong Lombok (Kombool) mengatakan bahwa mereka mendapatkan orderan hampir setiap hari selama awal libur sekolah, dengan tarif sewa yang bervariasi mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu tergantung jarak tempuh.
Ini menunjukkan bahwa ada permintaan yang tinggi untuk jasa transportasi rekreasi ini, yang tidak hanya memberikan kegembiraan bagi penumpang tetapi juga pendapatan yang menguntungkan bagi para penarik Odong-odong.
Selain itu, menurutnya ada juga tren di mana Odong-odong mulai digunakan sebagai jasa penjemputan anak sekolah, meskipun hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan persaingan dengan angkutan umum yang memiliki izin usaha resmi. Ini menunjukkan bahwa Odong-odong tidak hanya terbatas pada hiburan tetapi juga mulai merambah ke layanan transportasi sehari-hari.
Peningkatan pesanan Odong-odong saat libur sekolah ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan transportasi yang menyenangkan dan terjangkau, sekaligus memberikan peluang bisnis bagi para pengusaha Odong-odong.
Di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat saja, jumlah odong-odong saat ini sudah mencapai 30an unit. Terbanyak di Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Naik Odong-odong memang menyenangkan dan memberikan pengalaman yang unik, terutama bagi anak-anak. Ada beberapa alasan mengapa naik Odong-odong bisa menjadi kegiatan yang asyik.
Musik yang meriah, karena Odong-odong biasanya dilengkapi dengan musik yang ceria dan meriah, menambah suasana kegembiraan saat berkeliling. Odong-odong juga sering dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni dan dekorasi yang menarik perhatian, membuatnya tampak seperti karnaval bergerak.
Selain itu, naik Odong-odong memberikan kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain, membangun rasa komunitas dan persahabatan. Bagi anak-anak, Odong-odong seperti taman bermain yang bergerak, di mana mereka bisa duduk di atas mainan favorit mereka sambil menikmati perjalanan.
Bagi banyak orang dewasa, naik Odong-odong mengingatkan pada kenangan masa kecil yang bahagia dan bebas kekhawatiran. Di beberapa daerah, Odong-odong juga berfungsi sebagai transportasi alternatif yang menyenangkan untuk perjalanan jarak pendek. Tarif naik Odong-odong biasanya terjangkau, membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis untuk hiburan keluarga.
Saat berkeliling dengan Odong-odong, penumpang dapat menikmati pemandangan sekitar dan merasakan suasana lokal dari perspektif yang berbeda.
Karena itu, tak ayal, odong-odong kini banyak juga dipesan untuk rekreasi. Misalnya ke Pantai Cemara, Kabupaten Lombok Barat. Dari Mataram tarifnya Rp400 ribu. Ada juga yang memesan ke Mandalika, tarifnya Rp1 juta.
“Pesanan banyak, bahkan sampai ke Mandalika. Satu odong-odong bisa muat sampai 20an penumpang, kalau banyak anak kecil,” demikian Iwan.(DLN)



