Kebun Kurma di Ai Lemak, Baru Berbuah Sudah Dipesan Calon Pembeli
Sumbawa Besar (Net Lombok) –
Tanaman kurma sekarang ini bisa tumbuh di mana saja. Termasuk di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Jika di Pulau Lombok, kurma sudah ditanam di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan menghasilkan. Begitu juga, tanaman kurma di Pulau Sumbawa banyak ditanam di banyak lokasi. Salah satunya di Pantai Ai Lemak, Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.
Alimudin adalah, pensiunan Kantor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumbawa berkeinginan keras mengembangkan pohon kurma di Pulau Sumbawa. Tidak hanya kurma, Alimuddin juga mengelola objek wisata Pantai Ai Lemak. Termasuk menjadikannya sebagai lokasi camping ground bagi anggota Pramuka atau pecinta alam lainnya.
Berbekal lahan yang dimiliki seluas 20 hektar di Pantai Ai Lemak, tahun 2019 Alimuddin kemudian mencoba mengembangkan tanaman kurma di lahan seluas 4 hektar dengan jumlah pohon sebanyak 750 pohon dengan harga 1 pohon Rp750 ribu sampai lokasi.
Lima tahun sudah kini usia pohon kurma yang ditanam. Beberapa pohon di antaranya sudah mulai berbuah. Buahnya pun sudah menghijau dan tinggal menunggu waktu untuk dipanen.
Alimuddin mengakui, jika buah kurma ini sudah dipesan oleh beberapa orang untuk membelinya. “Sudah ada beberapa orang yang ingin membelinya,” ujarnya, di Ai Lemak Sumbawa, Sabtu, 16 Desember 2023.
Diakuinya, keinginan dirinya menanam kurma, karena melihat kondisi tanah di Sumbawa sangat cocok untuk ditanami kurma. Untuk itu, dirinya membeli 750 pohon kurma seharga 750 ribu per pohon hingga lokasi penanaman.
Alimuddin membudidayakan tiga jenis pohon kurma, yaitu Kurma Palestina, Kurma Mesir dan Kurma Thailand. Ketiga jenis kurma itu tumbuh subur dan ada yang sudah berbuah. Kurma yang sudah berbuah jenis Kurma Palestina dan Kurma Thailand dengan usia tanam baru 3,5 tahun. ‘’Sementara kurma Thailand atau kurma Siam, ada beberapa belas pohon yang berbuah, tapi masih belum maksimal,’’ ujarnya.
Saat menanam kurma, ujarnya, dirinya tidak susah mendapatkan pupuk. Banyaknya kotoran sapi yang dihasilkan dari ternak yang dipelihara kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Meski demikian, pihaknya juga menggunakan pupuk urea untuk membantu pertumbuhan pohon kurma, sehingga bisa tumbuh subur dan siap menghasilkan.
Alimuddin menegaskan, jika Ai Lemak dirancang untuk wisata edukasi. Hutan yang ada dipelihara untuk laboratorium alam, sehingga semua pihak bisa memanfaatkannya untuk belajar sambil berwisata. Selama ini, ungkapnya, Ai Lemak dimanfaatkan oleh Kwartir Cabang Pramuka Sumbawa dan juga Provinsi NTB untuk berkemah dan berwisata. Bahkan, lokasi ini sering dijadikan sebagai lokasi kegiatan pramuka tingkat Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, Ai Lemak yang cukup jauh lokasinya dari perkotaan sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat menghabiskan waktu di akhir pekan. Untuk itu di masa mendatang, pihaknya berharap Ai Lemak menjadi salah satu lokasi wisata favorit di Sumbawa, khususnya dan NTB umumnya. ‘’Selain berwisata, bisa sambil belajar. Ada tentang alam, burung dan berbagai jenis pepohonan. Kami akan terus benahi dan semoga ada perhatian dari pemerintah,’’ ujarnya. (IMB)



