Dampak Perang Iran dan Israel Terhadap Pasar Saham, Ini Penjelasan BEI
Mataram (netlombok)-
Belakangan ini konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah, antara Iran dan Israel semakin menghangat. Hal ini cukup memberikan dampak tekanan pasar saham global, termasuk pasar saham Indonesia. Meski demikian, sampai saat ini belum ada terlihat perpindahan aset keluar dari pasar saham di Indonesia maupun daerah.
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyebutkan, kondisi geopolitik di Timur Tengah menjadi perhatian para investor untuk mempertimbangkan investasinya. Namun demikian BEI terus berupaya menyampaikan kepada pihak investor agar mengambil keputusan dalam berinvestasi secara rasional. Artinya melihat fundamental perusahaan. “Faktor-faktor eksternal seperti geopolitik yang terjadi di Timur Tengah tentu akan memberikan dampak. Sehingga antisipasi terhadap bagaimana perkembangan suku bunga baik didalam negeri maupun global, itu tentunya menjadi perhatian investor dalam memutuskan investasinya,” katanya usai mengisi acara Workshop Wartawan Daerah Tahun 2024 dengan pembahasan terkait “Pencapaian Pasar Modal
Indonesia & Perkembangan Pasar Modal Daerah” di Mataram pada, Rabu (24/4/2024)
Jeffrey menegaskan, pihaknya di BEI untuk fungsi dan tugasnya adalah menyelenggarakan perdagangan yang teratur, wajar dan efisien. Sedangkan keputusan investasi adalah murni kewenangan dari investor. Kemudian pergerakan untuk IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah mekanisme pasar yang terjadi antara keseimbangan antara demand dan supply. “Kita belum melihat ada capital outflow yang sangat besar di pasar modal kita, semuanya masih dalam batasan yang wajar. Kita selalu berharap yang terbaik dengan pasar modal kita,”ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dampaknya tidak hanya seperti sekarang saja. Namun, sebelumnya sudah disampaikan bagaimana antisipasi dampaknya akan terjadi kedepannya. Salah satunya, terhadap bagaimana perkembangan tingkat suku bunga, baik di dalam negeri maupun global. “Itu tentu juga akan menjadi perhatian investor, tentu investor akan memfactori faktor-faktor itu ke dalam investasi nya. Dinamika di pasar itu selalu terjadi setiap hari dan masih dalam range yang cukup wajar menurut kami,” ungkapnya. (NL).



