Dedikasi Abdul Basir: Sosok Guru di Lombok Timur di Balik Dapur Makan Bergizi Gratis

Lombok Timur (NetLombok)– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional bukan sekadar angka di atas kertas bagi Abdul Basir. Guru di SMKN 1 Selong ini membuktikan bahwa peran pendidik bisa melampaui ruang kelas dengan membangun kemandirian gizi di tengah masyarakat Lombok Timur.
Hingga Desember 2025, Basir telah berhasil menginisiasi dan mengelola dua unit dapur MBG di Kecamatan Aikmel. Langkah nyata ini menjadikannya salah satu sosok inspiratif yang mengawal langsung penguatan gizi bagi ribuan pelajar dan kelompok rentan.
Dapur pertama yang didirikan Basir telah berdenyut sejak Februari 2025. Dengan dukungan 50 tenaga kerja lokal, fasilitas ini sanggup menyuplai asupan bergizi untuk 4.000 penerima manfaat setiap harinya.”Penerima manfaatnya mencakup siswa TK, PAUD, hingga SMA, baik di sekolah negeri, swasta, maupun pondok pesantren,” jelas Basir saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (17/12/2025).
Menyadari besarnya urgensi program ini, sepekan terakhir Basir meresmikan dapur keduanya. Dapur baru tersebut mempekerjakan 30 karyawan untuk melayani 1.800 orang. Menariknya, jangkauan program kini meluas ke kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah dua tahun.
Transparansi dan Pemberdayaan EkonomiDalam pengelolaannya, Basir memegang teguh standar anggaran nasional sebesar Rp15.000 per porsi. Ia menerapkan sistem manajemen yang transparan untuk menjaga kualitas makanan sekaligus keberlangsungan operasional.
“Dari Rp15.000 itu, alokasinya jelas Rp10.000 untuk bahan baku, Rp3.000 biaya operasional, dan Rp2.000 untuk gaji karyawan,” rincinya.
Model pengelolaan ini terbukti efektif. Selain menjamin piring-piring masyarakat terisi dengan gizi layak, inisiatif ini juga menghidupkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Kesuksesan di Aikmel tidak membuat Basir cepat puas. Ia kini tengah memetakan wilayah-wilayah yang belum terjangkau akses dapur pusat untuk membangun unit “dapur satelit” baru. ”Jika ada lokasi yang strategis dan akses sekolahnya jauh dari dapur yang ada, kami berencana membangun lagi. Tidak menutup kemungkinan merambah hingga Kabupaten Sumbawa atau wilayah lain di luar Lombok Timur,” jelasnya.
Inisiatif Abdul Basir ini diharapkan menjadi katalisator bagi tenaga pendidik lainnya di NTB untuk turut menyukseskan integrasi program kesehatan dan pendidikan demi masa depan generasi yang lebih baik.(red)



