Bulog NTB Beli 112 Ton Hasil Produksi Petani Saat Panen Raya Serentak Bersama Presiden Prabowo
Mataram (netlombok.com)-
Perum Bulog NTB melakukan pembelian gabah hasil produksi petani sebesar 112 ton Gabah Kering Panen (GKP) saat panen raya serentak di 14 provinsi di Indonesia yang dikomandoi Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/4/2025).
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Sri Muniati yang mengikuti panen raya dari Desa Teruwai, Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan, Sesuai dengan Surat Kementerian Pertanian RI Nomor B-1527/HM.020/A/ 04/2025 tanggal 04 April 2025 perihal Panen Raya Padi Serentak 14 Provinsi yang ditujukan kepada 172 Bupati/Walikota se-Indonesia, Perum BULOG Kanwil NTB dan Kantor Cabang se-Kanwil NTB ikut hadir dalam pelaksanaan kegiatan panen raya bersama Pemerintah Provinsi NTB maupun Pemerintah Daerah dari seluruh Kabupaten/Kota.
Sesuai rencana, BULOG akan melakukan transaksi dengan 18 poktan dengan estimasi serapan seluruhnya sekitar 112 ton GKP (Gabah Kering Panen) atau lebih kurang senilai dengan harga gabah di tingkat petani di tepi sawah sebesar Rp. 728.000.000.
Dengan rincian :
Kab Lombok Tengah
Lokasi : Ds. Teruwai, Kec. Pujut
Jmh Poktan : 9
Estimasi serap GKP : 25 ton
Kota Mataram
Lokasi : Mapak Indah, Kel. Jempong Baru, Kec. Sekarbela
Jumlah Poktan : 2
Estimasi serap GKP : 14 ton
Kab. Lombok Barat
Lokasi : Rumak Barat Selatan, Desa Rumak, Kec. Kediri
Jumlah Poktan : 2
Estimasi Serapan GKP : 10 ton
Kab. Lombok Timur
Lokasi : Desa wanasaba Kec. Aikmel
Jumlah Poktan : 1
Estimasi serapan GKP : 4 ton
Kab. Lombok Utara
Lokasi : Dusun Serimbun Desa Dangiang Kec. Kayangan
Jumlah Poktan : 1
Estimasi serapan GKP : 1,2 – 2 ton
Kab. Sumbawa Barat
Lokasi : Desa Rempe, Kec. Seteluk, Kab. Sumbawa Barat
Jumlah Poktan : 1
Estimasi serapan GKP : 25 ton
Kabupaten Sumbawa
Lokasi : Orong Pari Kecamatan Moyo Hilir
Poktan : 1
Estimasi Serapan GKP = 6 Ton
Kab. Bima
Lokasi : Desa Teke Palibelo
Jumlah Poktan : 1
Estimasi Serapan GKP : 10 ton
Kota. Bima
Lokasi : Jatiwangi
Jumlah Poktan : 1
Estimasi Serapan GKP : nihil (konsumsi sendiri)
Kab. Dompu
Lokasi : Monta Baru
Jumlah Poktan : 1
Estimasi Serapan GKP : 16 ton
Sri Muniati menambahkan, guna menunjang kelancaran serapan ini, BULOG menurunkan Tim Jemput Gabah sebanyak 33 orang serta menggandeng mitra maklon sebanyak 14 mitra.
Sejalan dengan semangat mekanisasi pertanian dan percepatan produksi kembali yang digaungkan Kementan RI dalam kegiatan Panen Raya ini, maka BULOG juga mendorong kelompok tani secara persuasif untuk bisa semakin maju dan terbuka dengan perkembangan zaman melalui akselerasi pembayaran gabah non tunai (bankable) melalui transfer ke rekening Kelompok Tani.
Meskipun demikian BULOG tidak bisa memaksakan apabila kelompok tani belum siap dengan pola cashless dan menghendaki pembayaran tetap tunai (cash), Tim Jemput Gabah telah menyiapkan anggaran cukup untuk melayani pembayaran gabah di tempat/lokasi panen.
Kanwil NTB menerima target pengadaan gabah dan beras PSO Dalam Negeri tahun 2025 sebanyak 180.600 ton setara beras dari target nasional 3 juta ton setara beras.
Dari jumlah dimaksud, realisasi serapan gabah NTB sampai dengan tanggal 6 April 2025 sudah melampaui target awal sebanyak 18.944 ton yaitu 258% atau 48.896 ton, sehingga dari kantor pusat saat ini memberikan penyesuaian target serapan gabah yang baru untuk NTB menjadi 56.831 ton GKP.
“Sebaliknya untuk target serapan beras medium PSO broken 25% telah disesuaikan menjadi 150.264 ton dimana realisasinya baru mencapai 8.654 ton. Ini harus menjadi perhatian bersama khususnya mitra pangan BULOG, untuk tidak fokus pada pelayanan maklon GKP semata, namun juga segera merealisasikan komitmen pengadaan beras PSO-nya mengingat waktu yang diberikan tidak banyak,” ujarnya.
Total realisasi serapan Kanwil NTB sampai dengan 6 April 2025 sebanyak 34.755 ton setara beras atau 28,48% terhadap target berjalan sd hari ini yaitu sebanyak 122.048 ton setara beras, dimana serapan ini berasal dari 1.273 gapoktan se-provinsi NTB. (Realisasi seluruh Indonesia sebanyak 780.000 ton setara beras)
Dari serapan Gabah/beras PSO sebanyak 34.755 ton setara beras tersebut, saat ini kontribusi terbesar masih dari wilayah operasional Kanwil NTB (43% atau 15.051 ton setara beras), kantor cabang Sumbawa (20,18% atau 7.015 ton setara beras), kantor cabang Lombok Timur (19,16% atau 6.659 ton setara beras) dan kantor cabang Bima (17,35% atau 6.030 ton setara beras).
Seiring dengan perkembangan panen pada bulan April ini, maka Cabang Bima maupun Cabang Sumbawa kita harapkan bisa melakukan akselerasi serapan lebih masif lagi.
Sedangkan Cabang Lombok Timur yang dari sisi target paling kecil dibandingkan 3 wilayah operasional Kanwil NTB lainnya, namun saat ini secara realisasi juga hampir 30% dari target sampai dengan hari ini yaitu 23.163 ton setara beras. Meski begitu, semua entitas wilayah operasional optimis all out untuk serapan dengan memanfaatkan puncak panen bulan April ini.
Keberhasilan serapan NTB sampai dengan tanggal 6 April yang telah mencapai hampir 35 ribu ton setara beras ini patut diapresiasi mengingat ini menjadi semacam tonggak psikologis yang penting yang menggambarkan komitmen kuat BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional sejak dari awal tahun 2025.
Namun demikian ini bukan menjadi kinerja BULOG saja, karena dengan target yang luar biasa ini BULOG tidak mungkin bisa jalan sendiri. Capaian sebanyak 58% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebanyak 60.200 ton setara beras namun dengan periode serapannya sepanjang tahun. “BULOG Kanwil NTB berterimakasih dan mengapresiasi semua pihak, mengingat ini adalah keberhasilan bagi semua semua lini yang terlibat dalam berkoordinasi, berkomunikasi dan bekerjasama,” ujarnya.
BULOG NTB siap menyerap seoptimal mungkin hasil panen petani lokal demi memperkuat ketahanan stok pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani dengan pemberian harga yang layak sesuai ketentuan HPP yang ditetapkan pemerintah. Mekanisme penyerapan yang sudah diatur diharpkan bisa berjalan untuk memastikan bahwa gabah yang diserap merupakan gabah yang siap panen, berkualitas dan ini patut menjadi perhatian bersama karena nantinya beras yang dhasilkan dari pengolahan mitra akan disalurkan ke masyarakat sesuai kebutuhan dan penugasan pemerintah selanjutnya.
BULOG akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, guna meminimalisir kendala di lapangan dan memastikan kelancaran serapan gabah maupun beras di Provinsi NTB
BULOG akan fokus penyerapan selama masa panen raya bulan April 2025 sehingga diharapkan program ini bisa memberikan manfaat maksimal bagi petani dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat khususnya warga NTB.(r)



