News

Ide Presiden Prabowo Untuk Penerbangan Internasional Langsung Bisa Menguntungkan Daerah Pariwisata

Mataram (netlombok.com)-
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh bandara di Indonesia dapat menerima penerbangan internasional langsung. Namun, Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak cukup hanya dengan membuka akses, tetapi juga harus diiringi dengan insentif bagi maskapai penerbangan.
Mori menuturkan, pengalaman masa lalu di Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa penerbangan internasional memang berdampak besar pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Ia mencontohkan, saat maskapai Jetstar membuka rute langsung Perth–Lombok, tingkat keterisian pesawat selalu tinggi, bahkan mencapai lebih dari 90 persen.
“Setiap penerbangan membawa sekitar 160–180 penumpang, dan itu langsung membuat Senggigi penuh. Wisatawan yang datang rata-rata turis berkualitas, mereka membawa uang dan menginap. Dampaknya nyata, ekonomi masyarakat meningkat,” ujar Mori di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Namun, lanjutnya, keberlanjutan penerbangan tersebut terkendala masalah finansial. Jetstar sempat meminta subsidi hingga Rp50 miliar per tahun kepada pemerintah daerah untuk tetap beroperasi, angka yang jauh melampaui kemampuan fiskal provinsi. Akibatnya, rute tersebut terpaksa dihentikan.
“Kalau hanya mengandalkan permintaan presiden, maskapai tetap akan berhitung soal untung rugi. Tanpa subsidi atau insentif lain, mereka bisa saja berhenti dalam tiga sampai enam bulan,” jelas Mori.
Ia menilai, pemerintah pusat perlu menyiapkan skema dukungan, baik berupa subsidi langsung maupun keringanan biaya operasional seperti landing fee dan parkir pesawat. “Diskon landing dan parkir hanya mengurangi beban Rp1–2 juta, itu kecil bagi maskapai. Mereka butuh dukungan lebih signifikan,” katanya.
Mori menekankan, gagasan Presiden Prabowo patut diapresiasi karena dapat membuka peluang besar bagi pariwisata dan ekonomi daerah. Namun, ia menegaskan, keberhasilan kebijakan itu bergantung pada kesiapan pemerintah memberi insentif yang menarik bagi maskapai penerbangan.
“Kalau pemerintah serius, saya yakin rute internasional langsung akan sangat menguntungkan bagi daerah seperti NTB, Bali, maupun destinasi wisata lain. Tapi pemerintah tidak bisa lepas tangan, harus ada treatment khusus,” pungkasnya.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button