HKN ke-61: Bupati Lombok Utara Ajak Tenaga Medis Introspeksi dan Terbuka pada Kritik

Lombok Utara (Netlombok) – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Lombok Utara dijadikan momentum bagi seluruh insan kesehatan untuk melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyampaikan amanat Menteri Kesehatan Republik Indonesia sekaligus mengajak seluruh tenaga medis untuk menjadikan HKN sebagai ajang refleksi, silaturahmi, dan perbaikan pelayanan. Ia secara khusus meminta tenaga kesehatan agar terbuka terhadap kritik dari masyarakat.
“Hari Kesehatan Nasional ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperbaiki diri. Mari kita jadikan ajang ini sebagai wadah introspeksi, memperkuat kebersamaan, dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/11)
Ia menegaskan pentingnya sikap menerima masukan demi kemajuan. “Jangan alergi terhadap kritik, karena dari kritik itulah kita bisa berbenah menjadi lebih baik,” tegasnya. Lebih lanjut, disorotipentingnya menjaga generasi emas Indonesia. Disebutkan bahwa Indonesia memiliki 84 juta anak yang akan memasuki usia produktif pada tahun 2045. Hanya tersisa dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul.
Pemerintah telah meletakkan pondasi melalui Transformasi Kesehatan Indonesia selama empat tahun terakhir, dengan mengubah fokus utama dari mengobati orang sakit menjadi menjaga agar orang sehat tetap sehat. “Transformasi ini bertujuan menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau,” terangnya.
Amanat tersebut merinci berbagai capaian penting, terutama hasil nyata dari enam pilar transformasi kesehatan. Pertama penurunan angka stunting di bawah 20 persen, peningkatan kompetensi kader kesehatan, dan sistem surveilans penyakit yang terintegrasi. Kedua, peningkatan mutu dan kapasitas rumah sakit di seluruh kabupaten/kota melalui program pengampuan penyakit prioritas (kanker, jantung, stroke).
Ketiga, tercapainya kemandirian bangsa dalam memproduksi obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri. Keempat, pemastian pembiayaan yang adil, dengan 98 persen penduduk Indonesia kini dijangkau oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kelima, Penguatan tenaga medis melalui pengadaan ASN, beasiswa, dan penugasan khusus di daerah terpencil.
“Terakhir, inovasi digital seperti SATUSEHAT Mobile dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi penyakit yang cepat dan akurat,” tuturnya.
Menteri Kesehatan juga menekankan pentingnya transformasi budaya kerja sebagai pilar ketujuh. Seluruh insan kesehatan diajak mengubah pola pikir dan pola kerja menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras demi suksesnya program nasional.
Mengakhiri amanatnya, Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari tenaga medis, akademisi, dunia usaha, media, hingga para kader, atas dedikasi mereka.
“Mari jadikan Hari Kesehatan Nasional ke-61 ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menumbuhkan optimisme, dan melanjutkan transformasi kesehatan Indonesia. Dengan generasi sehat, kita wujudkan masa depan hebat menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (RHS)



