Nasional

PIM NTB Fasilitasi Dialog UMKM dengan Stafsus Wapres

Mataram (netlombok.com)- Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi NTB menggelar dialog khusus bersama perwakilan Staf Khusus Wakil Presiden RI bidang UMKM untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM perempuan di NTB. Kegiatan ini menghadirkan Hari Fajri, utusan dari Stafsus Wapres Tina Talisa, yang berhalangan hadir karena mendampingi agenda Wakil Presiden di Kepulauan Seribu.

Dialog berlangsung dinamis dengan kehadiran 50 pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Marin Craft Mandalika Rinjani, komunitas UMKM kreatif binaan PIM NTB. Ketua PIM NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH, mengatakan jumlah peserta sebenarnya bisa lebih banyak, namun diprioritaskan hanya bagi UMKM yang telah lolos proses kurasi PIM.

Para pelaku UMKM memanfaatkan ruang dialog ini untuk menyampaikan berbagai kendala, terutama kebutuhan peningkatan kapasitas produksi dan akses alat pendukung usaha.

“Ada UMKM yang membutuhkan mesin produksi tambahan agar bisa meningkatkan output. Ini kebutuhan mendesak untuk mendorong mereka naik kelas,” jelas Baiq Diyah.

Selain pelaku kuliner yang selama ini mendominasi, PIM NTB juga menampilkan UMKM dengan produk non-kuliner, termasuk produsen ayunan nasional yang kini mulai diminati pasar dan membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Acara ini juga dirangkaikan dengan showcase produk UMKM kreatif. Kepala UPTD NTB Mall turut hadir dan memberikan masukan terkait strategi pemasaran produk, sementara perwakilan Dinas Koperasi NTB memaparkan rencana pembukaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang akan menggandeng PIM sebagai mitra pendampingan.

Menurut Baiq Diyah, dialog ini bukan sekadar sesi aspirasi, melainkan langkah strategis PIM untuk memperjuangkan percepatan pemberdayaan UMKM perempuan di NTB.

“Kami ingin pemerintah pusat melihat langsung potensi UMKM perempuan NTB. Banyak produk kreatif yang siap naik kelas, tinggal membutuhkan intervensi yang tepat,” tegas mantan anggota DPD RI tersebut.

Ia menambahkan, PIM adalah organisasi sosial yang terbuka bagi seluruh perempuan pelaku usaha. Melalui Marin Craft Mandalika Rinjani, PIM menyediakan proses pembinaan terpadu mulai dari kurasi, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan akses pasar.

“Tugas kami adalah membuka akses. Ketika mereka bergabung dengan Marin, mereka tidak berjalan sendiri. Ada jaringan, pembinaan, dan peluang pasar yang bisa dikejar bersama,” ujarnya.

Salah satu hasil penting dialog ini adalah kesepakatan untuk mengadakan pertemuan lanjutan pada Desember 2025, dengan harapan Stafsus Wapres Tina Talisa dapat hadir langsung.

“Apa yang disampaikan UMKM hari ini akan ditindaklanjuti. Kami sepakat bertemu kembali agar ada realisasi, bukan sekadar diskusi,” tandas Baiq Diyah.

Dengan tersampaikannya aspirasi langsung kepada pemerintah pusat, PIM NTB berharap kebijakan dan program yang lebih konkret dapat hadir untuk mendukung UMKM perempuan agar semakin tumbuh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button