
Mataram (Netlombok)- Gelak tawa dan riuh tepuk tangan penonton memenuhi Studio 1 XXI Lombok Epicentrum Mall (LEM) pada pemutaran perdana film Bapakmu Kiper, Jumat (28/8) malam. Sinema bergenre komedi-drama karya rumah produksi Entelkey Sinema Indonesia (ESI) ini sukses memikat perhatian publik lewat narasi yang mengangkat realita unik sepak bola antarkampung (tarkam).
Eksekutif Produser sekaligus Direktur Utama ESI, Garnet Geraldine, menyebutkan bahwa ide besar di balik proyek ini berawal dari masifnya pencinta sepak bola di Tanah Air yang belum banyak diimbangi oleh sajian sinema bertema serupa, khususnya kultur tarkam. Apalagi Indonesia masuk dalam jajaran empat besar negara dengan basis penggemar sepak bola terbesar di dunia.
“Hanya saja fenomena sepak bola tarkam masih minim panggung di industri film nasional. Kami ingin menghadirkan karya yang dekat dan sangat terasa relatable bagi masyarakat luas,” ungkanya, Jumat (28/8).
Guna menjaga autentisitas cerita, pihak produksi turut menggandeng figur-figur lokal seperti King Polo dan Agen Agung. Kehadiran mereka memberi warna khas yang menghidupkan suasana pertandingan kampung di layar lebar.
Agen Agung bahkan menuturkan kekagumannya terhadap dinamika proses syuting yang menguras stamina. “Ternyata dunia seni peran itu butuh dedikasi luar biasa. Jadwalnya sangat padat dari pagi sampai malam. Ini pengalaman yang tak terlupakan,” tuturnya.
Aktor muda Ali Fikry, yang memerankan karakter utama bersama aktor senior Fedi Nuril, mengaku langsung tertarik saat pertama kali membaca naskah. Menurutnya, film ini tidak sekadar menjual aksi mengolah si kulit bundar, tetapi juga menyuguhkan konflik emosional yang mendalam.
“Inti kisahnya menyentuh dinamika hubungan ayah dan anak. Bagaimana perjuangan seorang anak menggapai cita-cita justru terhalang oleh restu orang terdekatnya,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa adaptasi dengan para pemain tarkam asli menjadi tantangan tersendiri, mengingat mereka harus menyesuaikan gerakan lapangan dengan teknis kamera dan blocking adegan.
Pengalaman berkesan juga datang dari Fedi Nuril. Ia menceritakan momen menggelitik sekaligus menyakitkan saat jempol tangannya sempat cedera akibat menahan tendangan keras dari King Polo.
“Tendangan King Polo dari luar kotak penalti kencang sekali sampai jempol saya keseleo, padahal sudah pakai sarung tangan kiper. Demi profesionalitas, rasa sakit baru saya luapkan setelah sutradara berteriak cut,” ujar Fedi.
Fedi menegaskan bahwa kombinasi antara komedi segar, dinamika keluarga, dan fenomena tarkam membuat film ini menjadi tontonan yang komplit.
Apresiasi senada disampaikan King Polo, pesepak bola tarkam asal Lombok. Ia menyampaikan rasa hormatnya atas kerja keras jajaran aktor papan atas selama proses produksi.
“Saya salut dengan kedisiplinan Bang Fedi Nuril dan tim. Menjadi aktor profesional ternyata jauh lebih berat dari yang saya bayangkan,” katanya.
Pemutaran perdana di Mataram ini menjadi angin segar bagi industri hiburan lokal karena berhasil menjembatani potensi daerah dengan sinema nasional. Film Bapakmu Kiper dijadwalkan bakal tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 3 September mendatang.



