
Mataram (Netlombok) – Upaya serius Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB untuk menekan laju inflasi beras, yang dikenal sebagai penyumbang utama gejolak harga, diwujudkan dalam aksi unik. Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB bersama Perum Bulog Wilayah NTB menggelar Lomba Masak Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Teras Udayana.
Acara ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan kuliner, melainkan langkah strategis untuk mengedukasi dan membuktikan kualitas beras SPHP yang dijual dengan harga terjangkau di pasaran.
Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa menjaga pasokan dan harga beras adalah prioritas utama. “Kami di Bank Indonesia bersama TPID selalu berupaya agar beras ini bisa tersedia pasokannya, kemudian juga terjangkau harganya, dan juga lancar distribusinya,” ujar Hario.
Lomba yang mengusung tema “Satu Butir Seribu Rasa” ini membagi kontestan menjadi dua kategori ketat, Chef Profesional dan Komunitas Ibu-Ibu. Jajaran juri yang menilai cita rasa masakan pun kompeten, termasuk Ketua ICA NTB Chef Anton dan Finalis Master Chef Indonesia Session 6, Chef Anton.
Ia menjelaskan alasan melibatkan kategori Komunitas Ibu-Ibu. Mereka dinilai sebagai pejuang dari ketahanan pangan keluarga. ”Melalui kreasi masakan dari beras SPHP, kami berharap dapat memberikan inspirasi kuliner kepada masyarakat luas dan memperkuat upaya pengendalian harga pangan di NTB,” imbuhnya.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memastikan bahwa beras SPHP adalah wujud komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan berkualitas dengan harga yang sangat bersahabat.
Ia membeberkan, bahwa beras SPHP Bulog merupakan beras termurah di pasaran. Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram. Bahkan, bagi yang bermitra dan membeli langsung di gudang, harganya hanya Rp11.000 per kilogram.
“Beras SPHP yang diolah dalam lomba ini merupakan beras lokal NTB. Beras ini adalah hasil kerja sama Bulog dengan petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan perbankan di wilayah setempat, menegaskan komitmen pada produk daerah,” ujarnya.
Di penghujung acara, BI NTB juga turut menyerahkan bantuan bibit mangrove kepada Pokdarwis Bagek Kembar, Lombok Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (RHS)



