
Mataram (netlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram mulai menyalurkan bantuan pangan untuk periode Oktober–November yang menyasar lebih dari 30.000 keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan yang terdiri atas beras dan minyak goreng tersebut mulai didistribusikan sejak Senin dan ditargetkan rampung pada Rabu pekan ini.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, menjelaskan bahwa total bantuan yang disiapkan mencapai lebih dari 162 ton beras serta 124 ribu liter minyak goreng. Bantuan ini akan disalurkan kepada KPM yang tersebar di 50 kelurahan.
“Alhamdulillah, ini anugerah bagi kita, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertekan. Bantuan pangan ini menjadi daya ungkit bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Alwan.
Penyaluran perdana se NTB mulai Senin, 24 November 2025 ini juga turut dihadiri Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya didampingi Kepala Cabang PT Jasa Prima Logistik (JPL) NTB, Bambang HernawanLalu.
Alwan menambahkan, setiap kepala keluarga akan menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan dua bulan. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu masyarakat, khususnya di tengah masih rendahnya daya beli. “Ini bahan pangan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kehadiran pemerintah pusat melalui Bulog sangat kami syukuri, apalagi di saat ekonomi belum sepenuhnya pulih,” tambahnya.
Pemkot Mataram juga kini tengah melakukan penyesuaian data penerima. Alwan menegaskan bahwa data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) menjadi satu-satunya acuan dalam penetapan KPM.
“Memang ada masyarakat yang belum masuk dalam DTKS, dan ini yang sedang kami usulkan kembali melalui Dinas Sosial. Begitu juga mereka yang mungkin sudah tidak lagi memenuhi kriteria akan disesuaikan,” jelasnya.
Ia memastikan pemerintah bekerja bersama BPS, Dinas Sosial, serta aparat kecamatan dan kelurahan untuk melakukan verifikasi ulang agar bantuan benar-benar tepat sasaran.Terkait penurunan jumlah penerima di Kota Mataram dan Lombok Barat, Alwan menyebut hal itu terjadi karena ada data yang belum terinput. “Ini sudah kami klarifikasi. Ada masyarakat yang belum masuk data, dan saat ini kami perbaiki bersama,” tegasnya. (R)



