Bangkit Pasca-Bencana, Lombok Utara Perkuat Kolaborasi dengan Australia
Tanjung (Netlombok) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan geliat kebangkitan pasca-rentetan ujian gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19. Kebangkitan perekonomian serta ketangguhan masyarakat di daerah tujuan wisata unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tak lepas dari eratnya kolaborasi internasional, salah satunya bersama Pemerintah Australia.
Apresiasi tinggi disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Sahabuddin, atas komitmen berkelanjutan Pemerintah Australia dalam mendampingi proses pemulihan daerah. Menurutnya, dukungan yang disalurkan melalui Program Siap Siaga bersama mitra lokal seperti Konsepsi memberikan dampak nyata, terutama pada penguatan kapasitas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal.
“Peran Kedutaan Besar Australia sangat signifikan dalam membangun kembali Kabupaten Lombok Utara. Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan, terutama melalui teman-teman Siap Siaga dan Konsepsi,” ujarnya, Rabu (4/11).
Ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi warga agar lebih tahan menghadapi berbagai dinamika ekonomi maupun risiko bencana di masa depan. Sahabuddin pun berharap sinergi ini terus terjalin erat.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga ke depan Kabupaten Lombok Utara bisa menjadi lebih baik dan semakin maju,” tambahnya.
Dukungan dan kemajuan pemulihan di Lombok Utara juga mendapat pujian langsung dari Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier. Saat meninjau Pasar Pemenang pada Rabu (4/11/2026), Roderick menyaksikan sendiri bagaimana pusat ekonomi warga yang sempat lumpuh akibat gempa 2018 kini telah bangkit kembali.
Bagi Roderick, rekonstruksi Pasar Pemenang tidak sekadar merehabilitasi fisik bangunan, tetapi juga membangun benteng ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Selain sektor pasar, Roderick mengaku terkesan dengan kesiapsiagaan mandiri warga. Salah satunya ditunjukkan melalui kerja sama lima desa, termasuk komunitas di kawasan destinasi wisata Gili, yang berhasil merumuskan mekanisme evakuasi bencana bersama berdasarkan pengalaman masa lalu.
“Inisiatif seperti ini menunjukkan pentingnya pembelajaran dari masa lalu untuk mengurangi risiko di masa depan,” kata Roderick.
Ia menegaskan bahwa Australia bangga dapat hadir sebagai mitra Indonesia melalui Program Siap Siaga. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan ini terletak pada kepemimpinan pemerintah daerah, komitmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bappeda, serta partisipasi aktif warga.
“Kami percaya bahwa masyarakat yang tangguh adalah fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” tegasnya.
Roderick berharap praktik baik dan model ketangguhan yang terbangun di Kecamatan Pemenang ini dapat terus diperkuat serta menjadi rujukan inspiratif bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam memitigasi risiko bencana. (red)



