Pariwisata

Dulu Jadi Tempat Pengobatan, Air Terjun Aiq Kelep Jadi Wisata Air Tersembunyi

Lombok (netlombok)-

Lombok memang cukup dikenal dengan destinasi wisatanya yang indah. Baik pantai, gunung hingga air terjun. Bahkan ada beberapa tempat wisata air terjun yang jarang terjamah wisatawan, namun menyembunyikan keindahan dan cerita di balik adanya air terjun tersebut.

Seperti air terjun Aiq Kelep di Desa Giri Madia, Kecamatan Linggsar Lombok Barat. Lokasinya tidak jauh dari kota Mataram untuk menuju ke lokasi Aiq Kelep, hanya membutuh waktu sekitar 1 jam.

Memang lokasinya berada didalam hutan. Jika perjalanan dari kota Mataram hingga ke titik lokasi memakan waktu sekitar 30 menit, kemudian pengunjung berjalan kaki menuju ke air terjun Aiq Kelep yang berada di dalam hutan sekitar 30 menit.

Air terjun Aiq Kelep sudah dibuka lebih dari 25 tahun dan banyak mengunjungi, tidak hanya wisatawan lokal dan warga sekitar. Tetapi wisatawan mancanegara pun datang mengunjungi air terjun Aiq Kelep, yang mana air terjun ini dulunya diyakini sebagai tempat berobat. Jika ada orang yang mandi di bawah air terjun tersebut.

“Kalau orang mandi itu pasti dia bilang langsung l sembuh, soalnya kalau orang mandi disana airnya langsung putih kayak air beras itu. Tapi sekarang sudah lama tidak dikunjungi, ada 10 tahun,” ujar salah satu warga Desa Giri Madia Kecamatan Linggsar Lombok Barat, Mindriwati.

Untuk saat ini air terjun Aiq Kelep tidak banyak yang mengunjungi. Hanya ada beberapa wisatawan saja di hari libur. Bahkan itu saja hanya ada beberapa orang saja, karena lokasinya yang cukup jauh dari parkiran. Namun menyembunyikan keindahan.

“Kalau sekarang masih tetap ada yang berkunjung di hari libur atau Minggu. Kan sebentar lagi masuk puasa, pasti ramai,” tuturnya.

Sayangnya, jalan menuju ke lokasi air terjun membutuhkan waktu sekitar 30 menit berjalan kaki. Karena harus melewati jalan setapak, dan beberapa kebun warga. Lokasinya berada di tengah hutan, sehingga tidak jarang banyak wisatawan justru nyasar.

Lantaran belum adanya petunjuk arah ke air terjun Aiq Kelep. Tak jarang warga sekitar akan mengantarkan hingga setengah jalan menuju lokasi, dan ada juga sampai ke lokasi. Dengan memberikan upah seikhlasnya.

“Tidak dikelola oleh pemerintah desa. Kemarin ada rencana bikin jalan, karena ada yang ngasi dan tidak. Sehingga gak jadi buat jalan, tujuannya supaya bagus dikasi jalan,” ucapnya.

Bahkan disana sudah ada beberapa fasilitas, seperti berugak yang disediakan untuk pengunjung beristirahat. Namun sudah tidak terawat lagi dan dibiarkan begitu saja. Padahal jika dikelola maka akan lebih banyak lagi dikunjungi wisatawan.

“Jalan menuju air terjun itu sangat bagus, dan indah. Begitu juga hutannya. Jadi ini adalah perjalanan yang bagus di Lombok,” kata salah satu wisatawan asal Belanda Mendy Van Gent.

Ia datang bersama sang suami ke air terjun tersebut hanya mengandalkan google map. Namun untuk sampai ke air terjun Aiq Kelep, Mendy dengan sang suami mengikuti beberapa wisatawan lainnya.

“Aku sampai di desa kecil dan disana ada banyak orang jadi kita parkir disana. Kemudian dari sana mulai jalan ke air terjun. Warga sangat baik,” ujarnya.

Senada dengan sang suami Dennis Bergshoeff mengaku untuk sampai di lokasi air terjun Aiq Kelep, harus melewati jalan yang berliku-liku. Ditemani dengan warga sekitar menuju ke lokasi.

“Walaupun untuk sampai di tempat ini harus melewati jalan yang berliku-liku. Dan kalau mereka menaruh tanda (jalan) akan lebih baik,” katanya.(MYG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button